Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Melejit! Sentimen Pemangkasan Suku Bunga The Fed Bikin Bursa RI Hijau Terang

📅 Senin, 01 Des 2025, 17:02 WIB | Oleh:
IHSG Melejit! Sentimen Pemangkasan Suku Bunga The Fed Bikin Bursa RI Hijau Terang Doc: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Ket. Pengunjung melihat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/10).

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menguat pada perdagangan Senin sore, didorong optimisme pasar terhadap peluang pemangkasan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat (The Fed) pekan depan. 

Sentimen dovish The Fed membuat bursa regional bergerak positif, sementara data ekonomi domestik ikut menopang penguatan indeks.

IHSG ditutup menguat 40,09 poin atau 0,47 persen ke posisi 8.548,79. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,38 poin atau 0,64 persen ke posisi 851,14.

"IHSG dan bursa regional Asia cenderung menguat di tengah optimisme penurunan suku bunga Amerika Serikat (AS) minggu depan, yang mana pelaku pasar penuh semangat menunggu pernyataan dari Ketua Fed Jerome Powell setelah sinyal dovish baru-baru ini dari para pembuat kebijakan," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Dari mancanegara, berdasarkan CME Fedwatch, probabilitas sebesar 87,4 persen bahwa The Fed akan melakukan pemangkasan suku bunga pada pertemuan 10 Desember 2025 atau pekan depan.

Di sisi lain, Nico mengatakan laju tren kenaikan pasar saham kawasan Asia terbatas seusai rilis data indeks manufaktur November 2025, yang mana pelaku pasar mencermati aktivitas manufaktur di Jepang, China, Korea Selatan dan Taiwan yang berada di fase kontraksi.

Kontraksi itu menunjukkan aktivitas manufaktur belum ada kemajuan dari proses negosiasi tarif perdagangan AS, dalam menopang pemulihan yang signifikan.

Dari dalam negeri, Indeks PMI Manufaktur S&P Global Indonesia naik menjadi 53,3 pada November 2025, dari sebelumnya 51,2 pada Oktober 2025, seiring meningkatnya volume produksi dan lonjakan pesanan baru.

Kenaikan itu, menurut dia, memberikan indikasi aktivitas manufaktur menunjukkan ekspansi, sehingga adanya pemulihan sektor manufaktur yang memberikan signal adanya pemulihan ekonomi dalam negeri.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan data neraca perdagangan Indonesia periode Oktober 2025 surplus 2,4 miliar dolar AS, dengan ekspor sebesar 24,24 miliar dolar AS dan impor sebesar 21,84 miliar dolar AS

Selain itu, BPS melaporkan inflasi November 2025 sebesar 0,17 persen mont to month (mtm) dan 2,72 persen year on year (yoy), atau tetap terjaga alam kisaran target Bank Indonesia (BI) 2,5 plus minus 1 persen.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang konsumen non primer yang naik sebesar 2,82 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor infrastruktur yang naik sebesar 1,03 persen dan 0,76 persen.

Sedangkan, empat sektor melemah yaitu sektor properti turun paling dalam sebesar 2,00 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor barang baku yang masing- masing turun 0,45 persen dan 0,18 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

51 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.