Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bersih-Bersih Pasar: UMKM Tak Akan Berkembang Jika Produk Ilegal Dibiarkan

📅 Senin, 01 Des 2025, 18:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bersih-Bersih Pasar: UMKM Tak Akan Berkembang Jika Produk Ilegal Dibiarkan Doc: ANTARA/ HO-Diskominfotik NTB
Ket. Ilustrasi - Sejumlah penonton menikmati kuliner UMKM saat ajang kejuaraan balap MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

JAKARTA – Masuknya barang illegal yang umumnya lebih murah karena tidak membayar pajak dan tidak memenuhi standar menekan margin pelaku usaha lokal dan menghambat ekspansi mereka.

Dengan penegakan hukum yang lebih kuat, pengawasan distribusi yang ketat, serta koordinasi lintas instansi, ruang pasar bagi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dapat diperluas sehingga mereka mampu meningkatkan kualitas, kapasitas produksi, dan penetrasi pasar.

Upaya ini pada akhirnya memperkuat struktur industri nasional dan meningkatkan kontribusi UMKM terhadap perekonomian.

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman menegaskan sterilisasi pasar domestik dari produk impor ilegal menjadi kunci agar UMKM dapat naik kelas dan memperkuat daya saing di dalam negeri.

“Selama lapangan belum steril, UMKM tidak akan pernah bisa survive (bertahan),” kata Maman dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Jakarta, Senin (1/12).

Ia menyebut pasar nasional saat ini masih banyak didominasi produk impor, terutama pakaian bekas dan white label yang menekan UMKM sektor tekstil, yang disebutnya sebagai segmen dengan jumlah pelaku terbesar dan penyerap tenaga kerja mayoritas.

“Kalau pasar kita tidak dibersihkan, produk lokal kita akan sulit memenangkan persaingan di rumah sendiri,” ujar Maman.

Maman mengatakan impor pakaian bekas melonjak dari sekitar 12 ton pada 2023 menjadi 3.600 ton pada 2024 dan telah mencapai 1.800 ton hingga Agustus 2025 sehingga memerlukan pengetatan pengawasan di hulu.

“Kita tutup hulunya dulu. Setelah pasar bersih, pemerintah akan membanjiri produk UMKM lokal di seluruh Indonesia,” ujar dia.

Langkah sterilisasi dilakukan dengan memperketat pengawasan impor ilegal melalui sinergi Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian, katanya, menjelaskan.

“Kami sudah mulai tutup hulunya. Begitu lapangan bersih, UMKM akan kita dorong memenuhi pasar domestik,” katanya.

Pemerintah juga menyiapkan penguatan akses pemasaran UMKM melalui SMESCO Indonesia, dan kemitraan dengan usaha besar agar peningkatan produksi bisa terserap di pasar.

Maman menegaskan kebijakan ini juga bagian dari strategi nasional untuk mengurangi pengangguran dan menekan angka kemiskinan yang masih menyentuh 24 juta jiwa.

Menurut dia, UMKM menunjukkan peran besar dalam penciptaan lapangan kerja, dengan estimasi kontribusi 8-11 juta pekerja pada 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.