Eddy Soeparno: Bencana di Aceh, Sumbar, dan Sumut Tanda Nyata Indonesia Hadapi Krisis Iklim serta Lingkungan
Minggu, 30 Nov 2025, 13:15 WIBJAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menilai rangkaian bencana di Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumatera Utara (Sumut) merupakan tanda nyata sekaligus fakta bahwa Indonesia tengah menghadapi krisis iklim serta lingkungan.
Eddy mengatakan peningkatan suhu yang signifikan di berbagai kota besar serta perubahan pola cuaca yang tak menentu menjadi indikasi kuat terjadinya perubahan iklim.
âSudah ada peningkatan suhu di mana-mana. Kita juga tidak lagi tahu kapan harus mengekspektasi hujan atau musim kering,â ujar Eddy kepada awak media nasional usai menghadiri Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP) 2025 di Diplomacy Clinic Room, The Kasablanka, Jakarta, Sabtu (29/11).
Eddy mencontohkan, sejumlah bencana belakangan ini, mulai dari banjir, hujan deras di musim kemarau, hingga tanah longsor di Jawa Tengah serta banjir bandang di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, menunjukkan betapa seriusnya krisis iklim yang sedang dihadapi Indonesia.
âIni bagian dari krisis iklim yang kita hadapi, tetapi juga akibat perilaku kita yang tidak menghormati lingkungan hidup. Terutama pembalakan hutan dan pengambilan pasir yang masif,â ujar Waketum Partai Amanat Nasional itu.
Ia juga menyoroti alih fungsi lahan besar-besaran untuk perumahan dan kawasan industri yang merusak keseimbangan lingkungan. Menurutnya, fenomena tersebut harus menjadi alarm agar pemerintah dan masyarakat segera melakukan pembenahan.
Eddy mengapresiasi sikap Presiden Prabowo Subianto yang disebutnya akan bertindak tegas terhadap pelaku perusakan lingkungan, mulai dari pembalak liar hingga perusahaan atau individu yang melakukan pencemaran tanah dan air.
âAlarm ini harus direspons cepat agar kita bisa mencegah bencana-bencana berikutnya,â kata Doktor Ilmu Politik UI ini.
Menanggapi viralnya kayu gelondongan yang terseret arus banjir bandang di beberapa daerah di Sumatera, yang memunculkan dugaan adanya praktik illegal logging, Eddy menegaskan pentingnya penegakan hukum yang kuat dan transparan.
âAdanya kayu gelondongan yang terlihat jelas di depan mata kita harus ditelusuri. Jika sumbernya legal, bisa dilihat dari perizinannya. Tetapi jika di luar jalur hukum, harus ada penegakan hukum yang kuat dan konsekuen agar ada efek jera,â tegasnya.
Eddy berharap pemerintah bergerak cepat mengusut sumber kayu-kayu tersebut agar perusakan hutan tidak kembali terjadi dan masyarakat tidak lagi menjadi korban bencana yang seharusnya bisa dicegah.
- Krisis Iklim
- Eddy Soeparno
- Bencana di Aceh, Sumbar, dan Sumut
- Krisis Iklim dan Lingkungan
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Atap Bocor, Plafon Gedung SDN 05 Pademangan Timur Ambrol Saat Siswa Sarapan MBG
-
Dubes Uni Emirat Arab Temui Pimpinan MPR Eddy Soeparno Tindak Lanjuti Perluasan Kerja Sama Bidang Energi Terbarukan
-
Produksi Jagung Turun, BPS Perkirakan 1,46 Juta Ton di Juli
-
Piala FA: Juara Bertahan Langsung Tersingkir, Chelsea Awali Era Baru dengan Kemenangan
-
Persija vs Arema FC: Ambisi Mauricio Souza Kejar Puncak Klasemen
-
Komoditi pinang pascabencana di Palembayan
-
Premier League Pecahkan Rekor Belanja 76 Triliun Rupiah: Antara Ambisi Juara dan Ancaman Degradasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.