Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Agam Butuh 15 Blat Berat untuk Cari Korban Banjir Bandang

📅 Sabtu, 29 Nov 2025, 12:25 WIB | Oleh:
Pemkab Agam Butuh 15 Blat Berat untuk Cari Korban Banjir Bandang Doc: ANTARA/HO-PT PPR
Ket. Alat berat milik PT PPR menangani material menimbun badan jalan menuju lokasi bencana banjir bandang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.

Lubuk Basung -- Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat membutuhkan 15 alat berat berbagai jenis untuk kebutuhan pencarian korban terdampak banjir bandang dan menangani material tanah longsor yang menimbun badan jalan di beberapa titik.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam Rahmat Lasmono di Lubuk Basung, Sabtu, mengatakan alat berat dibutuhkan untuk mencari korban di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan dan menangani jalan tertimbun tanah longsor.

"15 unit alat berat bakal kita sebar di Kecamatan Palembayan, Malalak, Tanjung Raya, Ampek Koto dan lainnya," katanya.

Ia mengatakan saat ini ada 10 alat berat, antara lain dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Agam dua unit, delapan unit alat berat provinsi, alat berat Balai Jalan Nasional, alat berat kabupaten maupun kota tetangga, PT PPR, PT AMP Plantation dan alat berat milik swasta.

Dengan 10 unit itu, maka penanganan bencana tidak optimal, terutama untuk mencari korban terdampak banjir bandang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.

Saat ini hanya lima alat berat di Kecamatan Palembayan untuk mencari korban dan menangani material tanah longsor yang menimbun badan jalan.

"Untuk di Kecamatan Palembayan membutuhkan banyak alat berat di lokasi itu," katanya.

Pihaknya mendapatkan petunjuk BNPB bahwa kalau tidak ada alat berat bisa dengan menyewa menggunakan dana siap pakai.

Hal itu, katanya, bakal dilakukan sehingga pencarian korban dan penanganan material tanah longsor bisa dioptimal.

"Alat berat salah satu kendala yang kita hadapi dalam penanganan bencana alam," katanya.

Selain alat berat, katanya, kendala yang lain berupa tenda pengungsian, bahan makanan, dan peralatan lainnya.

Bencana tanah longsor dan banjir bandang mengakibatkan 87 orang meninggal dunia dan belum ditemukan 88 orang.

Sebanyak 87 korban meninggal dunia tersebut di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Toboh, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Ariki, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya, Kuok Tigo Koto, Nagari Matua Mudiak, Kecamatan Matur dan lainnya.

Saat ini, pencarian korban masih berlanjut dengan melibatkan BPBD Agam, Basarnas Padang, TNI, Lantamal II Padang, Polri, Damkar Agam, Pol PP Agam, Dinas Sosial Agam, Palang Merah Indonesia (PMI) Agam, Kelompok Siaga Bencana (KSB), pemerintah kecamatan, pemerintah nagari dan lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.