Cabor Realistis Menarget Emas SEA Games
Kamis, 27 Nov 2025, 07:38 WIBJAKARTA - Jelang keberangkatan kontingen Indonesia ke SEA Games 2025 Thailand, sejumlah cabang olahraga unggulan mulai menata ulang strategi dan target medali. Meski pemerintah menetapkan sasaran minimal 82 emas, federasi memilih langkah lebih realistis dengan mengutamakan regenerasi dan efektivitas pembinaan.
PBSI menjadi federasi yang paling menonjol dalam penyesuaian target. Dari lima emas di Kamboja 2023, bulu tangkis kini hanya membidik dua. Ketua Tim Percepatan Prestasi PBSI, Greysia Polii, menegaskan kebijakan regenerasi menjadi alasan utama. SEA Games kerap menjadi ajang pembelajaran pemain pelapis, namun evaluasi membuka peluang masuknya pemain senior untuk menjaga peluang emas.
âAda momentum menambah pemain berpengalaman tanpa mengganggu proses regenerasi,â ujar Greysia.
Panjat tebing mengambil pendekatan berbeda. PB FPTI tetap memasang target minimal tiga emas dengan mayoritas skuad muda. Meski fokus pada regenerasi, sektor andalan seperti speed putra-putri dan lead putri diyakini tetap mampu mempertahankan dominasi Indonesia di Asia Tenggara.
Dari akuatik, target tiga emas kembali dipasang seperti pada edisi sebelumnya. Tim gabungan senior dan pemain muda menjadi andalan, dengan nama berpengalaman seperti Siman Sudartawa, Felix Viktor Ibele, dan Masniari Wolf kembali memimpin skuat. Ketua Harian PB Akuatik, Harlin E Rahardjo, menilai komposisi ini ideal untuk menghadirkan kejutan. âKami punya kombinasi senior dan rising stars yang menunjukkan grafik menjanjikan,â ujarnya.
Optimistis terbesar datang dari angkat besi. Chef de Mission Indonesia, Bayu Priawan Djokosoetono, menyebut cabang ini berpotensi menyumbang 7-8 emas, lebih tinggi dari lima emas di Kamboja. Sebanyak 12 lifter tergabung dalam tim final. Mereka adalah Rahmat Erwin Abdullah, Rizki Juniansyah, Luluk Diana Tri Wijayana, hingga lifter muda Natasya Beteyob. âMelihat tren performa mereka, target 7-8 emas sangat realistis. Angkat besi adalah kekuatan utama kita,â ujar Bayu.
Dengan beragam cabor melakukan penyesuaian strategi, Indonesia juga menaruh harapan pada cabang bela diri yang selama ini stabil menyumbang podium. Kombinasi kekuatan tradisional dan regenerasi atlet muda menjadi kunci agar Indonesia tetap kompetitif.
SEA Games 2025 diprediksi menjadi panggung persaingan baru. Indonesia mengincar stabilitas prestasi, sementara upaya memperkuat fondasi regenerasi menjadi prioritas jangka panjang. ben/G-1
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Visa Schengen Multi Entry Berlaku Hingga 5 Tahun
-
DKJ Serukan agar Warga Menjaga Benda Peninggalan Sejarah
-
Pemkab Deli Serdang Luncurkan Mobil IVA Keliling untuk Deteksi Dini Kanker Serviks hingga Desa
-
Gunakan Pewarna Alami untuk Pilihan Makanan Lebih Sehat
-
Pebalap Asal Gunungkidul, Veda Pratama, Akhiri Red Bull Rookies Cup 2025 sebagai Runner-up
-
Persoalan HAM Harus Diselesaikan dari Hulu
-
Lisa BLACKPINK Bakal Tampil di Pembukaan Piala Dunia 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.