Kemenekraf Akselerasi Pegiat Jasa TIK Aceh Perkuat Fondasi Bisnis

Rabu, 26 Nov 2025, 17:00 WIB

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif melalui Program Sinergi, Inkubasi, Akselerasi, dan Penguatan (SIAP) 2025 menyelenggarakan Akselerasi Pegiat Usaha Jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Aceh untuk memperkuat fondasi bisnis agar mampu bersaing di tingkat global.

“Program SIAP 2025 menjadi langkah konkret pemerintah dalam memperkuat fondasi usaha pegiat Jasa TIK agar mampu naik kelas dan memperluas daya saingnya di pasar nasional maupun global. Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, kita optimistis ekosistem ekonomi kreatif digital Indonesia akan tumbuh semakin maju, mandiri, dan menciptakan peluang kerja baru yang kompetitif di tingkat global,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya dalam keterangan pers, di Jakarta, Rabu (26/11).

Ket. Foto: Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, memberi sambutan pada acara Akselerasi Pegiat Usaha Jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Hotel Grand Permata Hati Syariah, Banda Aceh, Selasa (25/11). — Sumber: ANTARA/HO-Kementerian Ekonomi Kreatif

Program SIAP akan dilakukan secara intensif selama tiga hari yaitu 24-26 November 2025 yang dirancang untuk mempercepat pengembangan usaha subsektor Jasa TIK.

Kegiatan ini mencakup pelatihan teknis, simulasi dan praktik implementasi, sesi mentoring, serta forum diskusi kolaboratif yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan kesiapan usaha. Para peserta mengikuti rangkaian program ini sebagai bagian dari strategi memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis teknologi.

Program ini dirancang untuk memperkuat fondasi bisnis, meningkatkan kompetensi teknis, dan mempersiapkan pelaku usaha agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Menteri Ekraf Teuku Riefky pun menyampaikan melalui SIAP Akselerasi di Provinsi Aceh, para pelaku usaha ekonomi kreatif diharapkan mampu meningkatkan kapasitas, memperluas lapangan kerja bagi masyarakat, serta memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam membangun jejaring ekosistem kreatif.

Lebih lanjut ia menyebutkan bahwa pemerintah melalui Kementerian Koordinator Perekonomian telah menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk industri kreatif sebesar Rp 10 triliun pada tahun 2026. Nantinya, sertifikat Hak Kekayaan Intelektual dapat menjadi jaminan tambahan dalam pinjaman.

"Kami akan lakukan pendampingan rekomendasi KUR khusus tersebut, karena Kementerian Ekraf memiliki tugas sebagai akselerator bagi pegiat ekraf. Generasi Indonesia hampir setiap daerah yang kami datangi itu luar biasa untuk sektor ekraf ini. Kami diharapkan mampu menyiapkan Generasi Emas 2045," harapnya.

Program SIAP ini diikuti oleh 20 badan usaha subsektor Jasa TIK yang berdomisili di Provinsi Aceh. Mayoritas peserta 75 persen berasal dari Kota Banda Aceh, Aceh Besar 20 persen dan 5 persen dari Aceh Tengah.

Adapun kategori usaha yang terlibat cukup beragam, mulai dari e-commerce/marketplace, AI & Analisis Data, EdTech, SaaS, IoT, Fintech, hingga Digital Service seperti web design & maintenance, dan lain-lain.

Direktur Jasa TIK Adam Malik mengatakan sebagai tindak lanjut, badan usaha terpilih akan difasilitasi untuk mengikuti Business Forum di Bandung/Jakarta pada pertengahan Desember 2025 untuk menjawab tantangan yang ada.

Forum ini akan mempertemukan para pelaku usaha dengan investor, venture capital, dan platform crowdfunding untuk membuka akses pendanaan, permodalan, serta peluang investasi yang merupakan tantangan klasik bagi para pelaku Jasa TIK dalam meningkatkan skala usahanya.

"Teman-teman yang 20 orang ini akan kami kumpulkan di Bandung dan bertemu sebanyak 140 orang. Itu ada yang dari Jawa Barat, ada yang dari Jawa Tengah, ada yang dari Jawa Timur, ada yang dari DKI Jakarta. Harapannya tiga yang tadi bisa mereka selesaikan. Di bisnis forum itu akan mempertemukan 140 orang itu dengan calon investor," ujar Adam.

Melalui Program SIAP 2025, Kementerian Ekraf menegaskan komitmennya menjadikan subsektor Jasa TIK sebagai salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi daerah yang berorientasi pada inovasi, keberlanjutan, dan peningkatan nilai tambah usaha kreatif di Aceh. Ant

  • Pegiat Jasa TIK

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Gempa M 5,9 Guncang Jepang Dekat Tokyo: 37 Orang Terluka, Kereta Sempat Lumpuh!

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.