Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KPK Ungkap Kerugian Negara Terkait Kasus Akuisisi ASDP

📅 Senin, 24 Nov 2025, 15:15 WIB | Oleh:
KPK Ungkap Kerugian Negara Terkait Kasus Akuisisi ASDP Doc: PT ASDP

JAKARTA - KPK menjelaskan kerugian negara dalam perkara akuisisi PT Jembatan Nusantara (JN) oleh PT ASDP. Sebelumnya, Majelis Hakim Tipikor Jakarta Pusat menyatakan mantan Dirut ASDP, Ira Puspadewi, bersalah melakukan akuisisi.

Dalam putusan tersebut majelis hakim mengatakan kerugian negara yang ditimbulkan mencapai Rp1,25 triliun.

Jubir KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan nilai tersebut dihitung dari selisih antara harga transaksi dan nilai ekonomis yang diperoleh ASDP (price vs value).

"Kerugian Negara yang terjadi merupakan dampak dari Perbuatan Melawan Hukum dalam proses akuisisi. Termasuk pengkondisian proses dan hasil penilaian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang melakukan valuasi kapal dan valuasi perusahaan," kata Budi dalam keterangannya yang dikutip, Senin (24/11).

KPK menemukan, proses akuisisi tidak hanya menyimpang secara prosedural, tetapi juga sarat pengkondisian. Pihaknya menilai ada indikasi penilaian kapal dan valuasi perusahaan disesuaikan dengan ekspektasi direksi.

“Pengkondisian terjadi atas sepengetahuan direksi PT ASDP. KJPP menyesuaikan valuasi dengan keinginan direksi, termasuk penentuan discount on lack of marketability (DLOM) yang dibuat lebih rendah,” kata Budi.

Selain itu, KPK menemukan adanya perubahan dalam kertas kerja penilaian dan perbandingan tidak wajar dengan kapal sejenis milik ASDP. KPK juga menemukan bukti percakapan yang menguatkan dugaan pengaturan tersebut.

Budi memaparkan, kondisi keuangan PT JN sudah dalam trend menurun jauh sebelum akuisisi dilakukan. Rasio profitabilitas (ROA) dan rasio likuiditas (current ratio) menurun tajam selama 2017–2021.

Namun, kondisi ini tidak menjadi pertimbangan direksi ASDP maupun konsultan due diligence. Di sisi aset, lebih dari 95 persen nilai aset PT JN merupakan kapal berusia di atas 30 tahun.

Nilai kapal telah dinaikkan (overstated) melalui kapitalisasi biaya perawatan, revaluasi, dan transaksi pembelian kapal antar-afiliasi tanpa pembayaran riil. "Tetapi tidak dievaluasi secara objektif dalam proses due diligence,” kata Budi.

PT JN juga masih memiliki utang bank sebesar Rp580 miliar menjelang akuisisi. Seluruh kewajiban tersebut otomatis turut dibebankan kepada ASDP setelah akuisisi dilakukan.

Sebelumnya, Ketua majelis Kakim Sunoto, menyatakan seharusnya mantan Dirut ASDP, Ira Puspadewi dan kawan-kawan dijatuhkan vonis lepas. Menurut dia, KSU dan akuisisi PT JN oleh PT ASDP 2019-2022 merupakan keputusan bisnis.

Berdasarkan fakta hukum di persidangan, Sunoto meyakini unsur-unsur tipikor terkait kerugian keuangan negara yang didakwakan JPU tidak terbukti secara meyakinkan.

"Para terdakwa seharusnya dinyatakan lepas dari segala tuntutan hukum atau ontslag,” ujar Sunoto saat membacakan pendapatnya atau dissenting opinion dalam sidang putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (20/11).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.