IDXCarbon Banjir Peminat! Delegasi COP30 Brasil Incar 14 Juta Ton Kredit Karbon RI

Senin, 24 Nov 2025, 21:25 WIB

JAKARTA – Indonesia memiliki potensi besar dalam perdagangan karbon berkat luasnya kawasan hutan tropis, ekosistem mangrove, dan gambut yang menyimpan cadangan karbon sangat tinggi.

Dengan kemampuan menyerap emisi dalam skala masif, Indonesia berpeluang menjadi salah satu pemasok utama kredit karbon di pasar global.

Ket. Foto: IDXCarbon banjir peminat dari delegasi COP30 Brasil. — Sumber: Istimewa.

Selain itu, sektor energi terbarukan dan industri hijau yang berkembang membuka peluang tambahan untuk menghasilkan unit kredit dari pengurangan emisi.

Momentum ini semakin kuat dengan hadirnya Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) yang menyediakan infrastruktur perdagangan yang terstandarisasi dan transparan.

Jika tata kelola, verifikasi, dan integritas kredit karbon diperkuat, Indonesia tidak hanya memperoleh manfaat ekonomi melalui nilai transaksi, tetapi juga mendorong transformasi menuju ekonomi rendah karbon.

Potensi ini menempatkan Indonesia pada posisi strategis dalam peta perdagangan karbon dunia, sekaligus memperkuat komitmen terhadap target iklim nasional.

Bursa Karbon Indonesia atau IDXCarbon mengungkapkan adanya minat penjualan sebanyak 90 juta ton karbon ekuivalen (tCO2e) dan minat pembelian sebanyak 14 juta tCO2e melalui IDXCarbon.

Minat itu berasal dari perusahaan maupun investor, yang didapatkan IDXCarbon seusai berpartisipasi dalam The 2025 UN Climate Change Conference (UNFCCC COP 30) di Kota Belem, Brasil.

“Jadi, ada puluhan proyek dari Indonesia yang sudah disampaikan juga oleh Pak Menteri KLH (Hanif Faisol Nurofiq), kira-kira 90 juta ton minat jual yang bisa saja nanti sebagian atau seluruhnya diperdagangkan melalui IDXCarbon. Sampai dengan kemarin juga kita mendapatkan informasi kalau paling tidak sudah ada 14 juta ton minat belinya,” ujar Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik dalam wawancara cegat, di Gedung BEI, Jakarta, Senin (24/11).

Jeffrey menjelaskan, IDXCarbon bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) telah berpartisipasi dalam UNFCCC COP 30 yang diselenggarakan di Kota Belem, Brasil pada 10-21 November 2025.

Dalam konferensi itu, ia menjelaskan IDXCarbon berpartisipasi dalam sesi seller and buyer, yaitu aktivitas sebagai upaya mengumpulkan minat jual dan minat beli unit karbon oleh perusahaan/investor melalui IDXCarbon.

“Kita berpartisipasi khususnya dalam sesi seller and buyer, Jadi kita mengumpulkan minat beli dan minat jual yang bisa kita himpun untuk melihat prospek di bursa karbon kita ke depan,” ujar Jeffrey.

Per September 2025, IDXCarbon telah mencatatkan total volume transaksi mencapai 1.606.056 tCO2e, dengan akumulasi transaksi senilai Rp78,46 miliar.

Sepanjang September 2025, terdapat delapan pengguna jasa baru yang resmi terdaftar di IDXCarbon, sehingga saat ini total terdapat 132 pengguna jasa yang aktif berpartisipasi dalam perdagangan karbon di Indonesia.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.