- Home
-
- Luar Negeri
-
- Direktur FBI Kash Patel Tu...
Direktur FBI Kash Patel Tugaskan Pasukan SWAT Mengawal Pacarnya
Senin, 24 Nov 2025, 16:16 WIBWASHINGTON DC - Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI), Kash Patel baru-baru ini menuai kecaman dari para kritikus setelah sebuah laporan mengklaim bahwa ia telah menugaskan tim SWAT FBI untuk memberi pengawalan dan pada perlindungan.pacarnya yang seorang musisi country.Â
"Para agen yang ditugaskan untuk melindungi Alexis Wilkins, pacar Patel, biasanya bekerja di kantor lapangan di Nashville dan dilatih untuk menanggapi insiden besar, termasuk penembakan massal dan serangan teror," ujar sumber kepada MS NOW .
Dari The Independent, Wilkins menghabiskan sebagian besar waktunya di Nashville, tempat ia pertama kali bertemu Patel, dan jarang bepergian ke rumahnya di Washington DC dan Las Vegas, yang menyebabkan beberapa orang mempertanyakan mengapa ia diberi pengamanan khusus.
"Tidak ada pembenaran yang sah untuk ini. Ini jelas merupakan penyalahgunaan jabatan dan penyalahgunaan sumber daya pemerintah," ujar Christopher O'Leary, mantan agen senior FBI, kepada MS NOW. "Dia bukan istrinya, tidak tinggal serumah atau bahkan sekota."
"Saya juga ingin menambahkan bahwa hal ini terjadi di saat detail keamanan dilucuti dari orang-orang yang terancam oleh [Iran]," merujuk pada keputusan Donald Trump untuk menarik detail keamanan mantan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton setelah seorang agen dari Korps Garda Revolusi Islam Iran diduga mengatur upaya pembunuhan terhadapnya.
Masa jabatan Patel diwarnai serangkaian skandal, termasuk terungkapnya penggunaan pesawat pemerintah FBI senilai 60 juta dolar AS untuk menghadiri "kencan malam" di Pennsylvania. Malam itu, ia menghadiri pertandingan gulat di mana Wilkins menyanyikan lagu kebangsaan. Direktur FBI tersebut diwajibkan menggunakan jet pemerintah untuk bepergian, tetapi tetap mengganti biaya penggunaan pribadinya kepada FBI.
Dua tahun sebelumnya, Patel mengatakan di podcastnya, Kash's Corner , bahwa ia ingin "menghentikan perjalanan jet pribadi Chris Wray yang ia bayar dengan uang pajak untuk berkeliling negeri," merujuk pada pria yang kelak akan ia gantikan sebagai direktur FBI. Seperti Patel, Wray juga telah ditunjuk untuk menduduki jabatan bergengsi di pemerintahan oleh Donald Trump.
Direktur FBI membela penggunaan jet pribadinya untuk mengunjungi Wilkins dalam sebuah unggahan berapi-api di media sosial , di mana ia mengklaim bahwa pacarnya telah âberbuat lebih banyak untuk negara ini daripada yang dilakukan kebanyakan orang dalam sepuluh kehidupan.â
"Saya selalu bilang â silakan kritik saya sesuka hati. Tapi menyerang orang-orang yang berkarya hebat, kehidupan pribadi saya, atau orang-orang di sekitar saya sungguh memalukan," geramnya . "Serangan yang sangat tidak berdasar terhadap Alexis â seorang patriot sejati dan wanita yang dengan bangga saya sebut sebagai pasangan hidup saya â sungguh sangat menyedihkan.
"Dia seorang konservatif sejati dan sensasi musik country yang telah berbuat lebih banyak untuk bangsa ini daripada yang dilakukan kebanyakan orang dalam sepuluh kehidupan," lanjutnya. "Saya sangat bersyukur dia ada dalam hidup saya."
Menyerangnya bukan hanya salah â itu pengecut dan membahayakan keselamatan kita. Cintaku pada keluarga akan selalu menjadi landasanku, dan kau tak akan pernah meruntuhkannya atau menghalangiku dari mereka.
Sementara itu, Wilkins terjerat dalam gugatan terhadap Samuel Parker , mantan kandidat Senat AS, yang digugatnya setelah dia menuduh bahwa dia memiliki hubungan dengan pasukan Intelijen Israel.
Parker, yang mencalonkan diri sebagai Senat AS di Utah pada tahun 2018, mempertanyakan apakah meroketnya ketenaran Wilkins bersifat âorganikâ atau disebabkan oleh kekuatan lain.
"Terdakwa Samuel Parker telah berulang kali berbohong tentang Alexis Wilkins, dengan menyatakan dan menyiratkan secara keliru bahwa dia â seorang penyanyi country kelahiran Amerika â adalah agen pemerintah asing, yang ditugaskan untuk memanipulasi dan membahayakan direktur FBI," demikian pernyataan dalam gugatan Wilkins, menurut Newsweek .
Dokumen pengadilan tersebut juga menyatakan bahwa Wilkins adalah seorang âwarga negara Amerika Serikat yang beragama Kristen, lahir di Amerikaâ dan bahwa ia âtidak berafiliasi dengan badan intelijen mana pun, apalagi pemerintah Israel.â
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Mendekati Ramadan, Harga Daging Sapi Diprediksi Naik hingga 15 Persen
-
Kebakaran Hutan di Riau Meluas, Kabut Asap Capai Malaysia
-
Viral Gambar Agen FBI 'Culun' yang Mendadak Garang Saat Penembakan di Makan Malam Trump
-
FBI Gagalkan Rencana Serangan Teroris pada Halloween di Michigan
-
IHSG Kamis Pagi Dibuka Melemah 0,50 Persen, Pasar “Wait and See” Pidato Ketua The Fed
-
Evaluasi Mudik Lebaran 2026: Kementerian PU Catat Peningkatan Layanan dan Keselamatan
-
Gunung Slamet Mulai Menggeliat Berpotensi Muntahkan Erupsi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.