Purwakarta Pasang Standar Baru: Investasi Harus Untungkan Ekonomi dan Lingkungan!
Minggu, 23 Nov 2025, 21:10 WIBPURWAKARTA â Daerah memegang peran kunci dalam mendorong pembangunan ekonomi hijau dan berkelanjutan karena sebagian besar keputusan tata ruang, pengelolaan sumber daya alam, serta perizinan usaha berada di tingkat lokal.
Ketika pemerintah daerah mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam perencanaan pembangunan, dampaknya tidak hanya pada penurunan emisi dan perlindungan lingkungan, tetapi juga pada terciptanya peluang ekonomi baru berbasis energi terbarukan, ekowisata, dan industri ramah lingkungan.
Pendekatan ini penting untuk memastikan pertumbuhan jangka panjang tidak mengorbankan kualitas lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, daerah yang proaktif mengembangkan ekonomi hijau cenderung lebih menarik bagi investor yang kini semakin fokus pada aspek ESG.
Dengan kebijakan yang tepat, daerah dapat menjadi motor transisi menuju ekonomi nasional yang lebih resilien, kompetitif, dan berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mewujudkan komitmen pembangunan ekonomi hijau dan berkelanjutan dalam menerima investasi yang tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi tetapi juga berfokus pada keberlanjutan lingkungan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Purwakarta Ryan Oktavia melalui keterangan Diskominfo Kabupaten Purwakarta, Minggu (23/11), mengatakan perwujudan komitmen itu membuahkan hasil berupa penghargaan dalam Pertemuan Puncak Investasi Jawa Barat ke-7 tahun 2025 bertajuk "Sawala Juragan" (Pertemuan Investor) di Bandung baru-baru ini.
Kabupaten Purwakarta menjadi daerah investasi terbaik untuk proyek swasta dalam mendukung ekonomi hijau dan sirkular, khususnya dalam proyek industri pengolahan buah manggis tanpa limbah (mangosteen zero waste product).
Sebelumnya Kabupaten Purwakarta berpartisipasi dalam kegiatan West Java Investment Roadshow (WJIR) 2025 yang digelar di Jakarta pada Selasa, 23 September 2025. Pada kesempatan tersebut, Purwakarta mempresentasikan salah satu proyek unggulan dalam bentuk Proposal Project Ready to Offer (IPRO) dengan tema "Pembangunan Industri Pengolahan Mangosteen Zero Waste Product".
Proyek tersebut merupakan salah satu yang telah masuk dalam 10 Proyek Terbaik hasil penjurian West Java Investment Challenge (WJIC) 2025. Nilai investasi yang ditawarkan mencapai Rp54.042.604.954, dengan tujuan mengoptimalkan potensi komoditas manggis sebagai produk unggulan Kabupaten Purwakarta.
Dalam presentasi, disampaikan konsep zero waste yang menekankan pemanfaatan seluruh bagian buah manggis, mulai dari daging, kulit, hingga biji, untuk diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah. Produk tersebut mencakup ekstrak kesehatan, minuman herbal, bahan baku kosmetik, serta produk turunan lainnya yang berorientasi ekspor.
Kegiatan WJIR 2025 menjadi forum strategis bagi Purwakarta untuk memperkenalkan potensi investasi berbasis komoditas lokal kepada calon investor nasional maupun internasional. Selain menampilkan keunggulan proyek, forum ini juga memberikan ruang interaksi langsung antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan investor dalam menjajaki peluang kerja sama.
Pertemuan investasi bertajuk "Sawala Juragan" bertujuan untuk menarik minat investor dalam dan luar negeri dengan mempromosikan potensi dan peluang investasi yang ada di Jawa Barat.
Ryan mengatakan penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta untuk terus berinovasi dan mengembangkan proyek-proyek investasi yang berkelanjutan, serta menjadi inspirasi bagi daerah lain di Jawa Barat untuk turut berkontribusi dalam mewujudkan ekonomi hijau dan sirkular.
- Investasi Ekonomi Hijau
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.