Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenparekraf Tegaskan Kekayaan Budaya Nasional Jadi Kekuatan Utama bagi Industri Film dan Animasi Indonesia

📅 Minggu, 23 Nov 2025, 17:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenparekraf Tegaskan Kekayaan Budaya Nasional Jadi Kekuatan Utama bagi Industri Film dan Animasi Indonesia Doc: Antara
Ket. Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) Agustini Rahayu menyampaikan sambutannya dalam acara penutupan program Akselerasi Kreatif (AKTIF) Subsektor Film dan Animasi di Jakarta, Minggu (23/11).

Jakarta - Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) Agustini Rahayu mengatakan kekuatan karya film dan animasi Indonesia terletak pada keunikan tema cerita yang berasal dari kekayaan tradisi budaya.

"Sebenarnya Indonesia itu kaya banget sama story telling. Story telling kita kuat banget karena budayanya lebih banyak. Indonesia ini kan punya berapa ratusan etnis dan budaya," kata Agustini dalam acara penutupan program Akselerasi Kreatif (AKTIF) Subsektor Film dan Animasi di Jakarta, Minggu (23/11).

Menurut dia, subsektor film dan animasi menunjukkan pertumbuhan paling pesat dibandingkan subsektor ekonomi kreatif lainnya.

Berdasarkan data dari Bicara Box Office, jumlah penonton film Indonesia hingga pertengahan November 2025 telah mencapai sekitar 65 juta penonton.

Adapun data Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) jumlah film nasional yang rilis di bioskop pada tahun 2025 berjumlah 178 judul film.

Tingginya potensi ini didorong oleh kontribusi sineas dan animator Indonesia yang menghasilkan karya-karya berkualitas dan berhasil menembus pasar global.

"Kita lihat aja kemarin (film) 'Jumbo' sudah bisa ditayangkan di 40 negara, jadi kualitas sudah tidak diragukan," ujar Agustini.

Dengan mengunggulkan keunikan alur cerita, Agustini mendorong para kreator mengembangkan karyanya agar menjadi kekayaan intelektual (IP) yang menghasilkan dampak ekonomi berkelanjutan.

"Jadi semuanya harus mulai berpikir saat membuat karyanya juga diarahkan akan kemana distribusi dan komersialisasinya," ucapnya.

Agustini berharap film dan animasi dapat memberikan nilai tambah terhadap sektor ekonomi kreatif guna mewujudkannya sebagai penggerak baru pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Jadi kita ingin industri ini menjadi penggerak ekonomi nasional," ucapnya.

Guna memaksimalkan potensi subsektor film dan animasi, Kemenekraf menggelar program Akselerasi Kreatif (AKTIF) Subsektor Film dan Animasi untuk memperkuat kapasitas sineas muda sekaligus memperluas akses distribusi serta promosi karya film di pasar domestik dan internasional.

Melalui program ini, Kemenekraf mengajak masing-masing tiga sineas dan animator terpilih untuk mempromosikan karyanya di ajang JAFF Market dan Asia TV Forum & Market 2025 Singapura yang merupakan salah satu jalur strategis ke pasar global.

Program tersebut juga telah menggelar bootcamp berupa sesi intensif yang membahas aspek krusial dalam rantai nilai perfilman, meliputi legal distribution, strategi promosi, storytelling, ekosistem industri komersial, hingga teknik pitching.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.