Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Instruksi Presiden: Stop Andalkan Telur Ayam, MBG Beralih ke Protein Alternatif

2 Kamis, 20 Nov 2025, 22:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Instruksi Presiden: Stop Andalkan Telur Ayam, MBG Beralih ke Protein Alternatif Instruksi Presiden: Stop Andalkan Telur Ayam, MBG Beralih ke Protein Alternatif Doc: ANTARA/ Andi Firdaus
Ket. Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cilegon, Banten, mengemas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk dikirim ke sejumlah sekolah di sekitarnya, Jumat (7/11/2025).

JAKARTA – Permintaan Presiden Prabowo Subianto untuk sementara mengurangi penggunaan telur ayam dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menggantinya dengan daging sapi atau telur puyuh mencerminkan upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas pangan.

Kebijakan substitusi ini menunjukkan fleksibilitas pemerintah dalam memastikan keberlanjutan program tanpa membebani pasar, sekaligus tetap mempertahankan nilai gizi yang diberikan kepada penerima manfaat.

Langkah ini juga menegaskan pentingnya pengelolaan rantai pasok yang adaptif agar program berskala nasional seperti MBG dapat berjalan optimal di tengah dinamika harga dan produksi pangan.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/11), mengatakan bahwa arahan Presiden Prabowo itu untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang Natal dan tahun baru (Nataru) saat permintaan telur di masyarakat biasanya meningkat.

"Tadi Pak Presiden pesan, 'wah, ya nanti kalau misalnya ini kan mau Nataru nih, kemudian Lebaran. Nanti, mungkin telur untuk anak-anak kita kurangi, tapi diganti daging sapi, diganti telur puyuh'," kata Nanik meniru pernyataan Presiden Prabowo seusai pertemuan.

Nanik mengungkapkan bahwa gejolak harga pangan sudah mulai terasa di lapangan, terutama pada komoditas daging ayam, telur, dan buah.

"Saat ini kenaikan masih kecil, tapi tanda-tandanya sudah mulai ada," ujarnya.

Selain mengatur substitusi bahan pangan, BGN juga mempercepat koordinasi lintas kementerian/lembaga untuk kemandirian bahan baku MBG setelah diterbitkannya Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

Nanik mengatakan TNI Angkatan Darat akan menggerakkan Kodim untuk menanam sayur dan beternak ayam. Kementerian Koperasi menyiapkan pembiayaan awal hingga Rp300 miliar untuk koperasi yang menanam buah, sayur, dan mengembangkan peternakan.

BGN juga bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri untuk menggerakkan bupati/wali kota di seluruh Indonesia agar memanfaatkan lahan kosong di tingkat RT/RW bagi produksi pangan.

Untuk memudahkan pasokan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), kelompok tani yang belum memiliki koperasi didorong membentuk usaha dagang bersama agar dapat terhubung ke rantai penyediaan MBG.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Luar Negeri
Gempuran AI, Bagaimana Seni...

Yamaha Mundur dari MotoGP Qatar karena Situasi Timur Tengah

30 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Yamaha Mundur dari MotoGP Q...
Advertisement
Kerusuhan Migran Menjalar ke Swiss, Citra sebagai Negara Paling Stabil di Eropa Terancam

Kerusuhan Migran Menjalar ke Swiss, Citra sebagai Negara Paling Stabil di Eropa Terancam

01 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.