Capaian Penerimaan Negara Bukan Pajak ESDM Tak Capai Target, Bahlil Dipanggil secara Khusus oleh Presiden Prabowo
Kamis, 20 Nov 2025, 19:10 WIBJAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia secara khusus dipanggil Presiden Prabowo Subianto untuk melaporkan capaian penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor ESDM, hingga realisasi lifting migas.
Bahlil mengaku dirinya dipanggil oleh Presiden Prabowo dalam pertemuan terbatas, tanpa didampingi menteri lainnya.
"Saya (dipanggil) sendiri. Khusus urusan kerjaan saja," kata Bahlil menjawab soal pertemuannya dengan Presiden Prabowo kepada awak media di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (20/11).
Ia mengaku pertemuannya dengan Prabowo untuk melaporkan realisasi PNBP dari target APBN 2025, serta lifting migas menjelang akhir tahun.
Bahlil juga melaporkan rencana peresmian Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kalimantan Timur untuk swasembada energi.
"Saya juga melaporkan tentang rencana peresmian RDMP di Kalimantan Timur yang kalau itu diresmikan, maka Insya Allah 2026 kita sudah mencapai swasembada di bidang energi solar dan avtur. Ini yang kita lagi rencanakan ke depan," kata Bahlil.
Bahlil menjelaskan bahwa pemanggilan ke Istana merupakan bagian dari mekanisme pelaporan rutin kepada Presiden.
âSaya sendiri. Saya kan sebagai pembantu Bapak Presiden. Sebagai pembantu Presiden, setiap dipanggil harus siap untuk melaporkan apa-apa yang menjadi tugas KPI (Key Performance Indicator) dan atau perintah lain dari Bapak Presiden kepada menteri,â katanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) per 10 November 2025 mencapai Rp200,66 triliun atau 78,74 persen dari target sebesar Rp254,83 triliun, meskipun saat ini beberapa harga komoditas mengalami penurunan, seperti komoditas batu bara.
Sementara itu, target PNBP yang termaktub di dalam APBN 2025 sebesar Rp254,83 triliun bisa tercapai. Bahlil optimistis target PNBP dapat tercapai, meskipun saat ini harga komoditas mengalami penurunan, seperti turunnya harga komoditas batu bara, komoditas mineral, serta asumsi harga minyak yang lebih rendah apabila dibandingkan dengan asumsi makro di APBN 2025.
- Bahlil Lahadalia
- Dipanggil
- Presiden Prabowo
- Capaian Penerimaan Negara Bukan Pajak
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Pameran Keris Nasional di TMII
-
Manchester United Taklukkan Aston Villa 3-1 di Old Trafford
-
Legislator Dorong Revisi UU Pangan
-
Jamkrindo Gelar Safari Ramadan Bagikan Ribuan Sembako dan Santunan
-
Di Sidang Kabinet, Presiden Prabowo Minta Persiapan Lebaran Benar-Benar Matang
-
Selandia Baru Hajar Chile, Catat Kemenangan Bersejarah Jelang Piala Dunia
-
Doktor ITS Kembangkan Model Ergonomis untuk K3 Konstruksi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.