Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Korban Tawuran, Polisi Masih Kejar Pelaku Penyiraman Air Keras ke Ayah dan Anak di Pamulang

6 Kamis, 20 Nov 2025, 19:00 WIB | Oleh:
Bukan Korban Tawuran, Polisi Masih Kejar Pelaku Penyiraman Air Keras ke Ayah dan Anak di Pamulang Bukan Korban Tawuran, Polisi Masih Kejar Pelaku Penyiraman Air Keras ke Ayah dan Anak di Pamulang Doc: ANTARA/HO-Polres Tangerang Selatan
Ket. Petugas dari rumah sakit daerah saat merawat sejumlah korban penyiraman air keras di Tangserang Selatan.

TANGERANG SELATAN -Dua orang pengendara yang berboncengan sepeda motor di Jalan Aria Putra, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten diduga telah mengalami siraman air keras oleh orang tak dikenal.

Kepolisian Resor (Polres) Tangerang Selatan, Polda Metro Jaya bergerak cepatmenyelidiki kasus penyiraman air keras tersebut.

“Penyidik masih melakukan pendalaman atas kasus ini,” kata Kasie Humas Polres Tangsel, AKP Agil di Tangerang, Kamis.

Ia mengatakan, jajaran tim penyidik dari Satuan Reserse Kriminal (Satreakrim) masih melakukan proses pendalaman terhadap identitas para terduga pelaku.

“Kedua korban adalah ayah dan anak, dan untuk identitas pelaku dan motif tindakannya masih belum diketahui,” ujarnya.

Dia menjelaskan, berdasarkan laporan bahwa peristiwa penyiraman air keras itu terjadi pada Selasa (18/11) lalu. Dimana, terdapat dua orang yang mengendarai sepeda motor menjadi korban penyiraman oleh orang tidak dikenal.

Atas insiden tersebut, kedua korban mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuhnya termasuk di muka korban akibat penyiraman itu.

“Benar, terdapat dua orang mengalami luka bakar diduga akibat terkena air keras. Kejadiannya Selasa dini hari (18 November 2025),” tuturnya.

Agil menuturkan, sesaat mendapat laporan, petugas langsung menuju lokasi untuk mengumpulkan sejumlah bukti-bukti terkait kasus tersebut.

“Kami melakukan cek TKP, meminta keterangan saksi, mengecek rekaman CCTV, serta memastikan korban mendapatkan perawatan medis di RSUD Tangsel,” jelas Agil.

Agil juga menambahkan peristiwa penyiraman air keras itu bukan karena tawuran.

“Bukan karena lagi tawuran. Jadi korban terkena siraman diduga air keras saat ada sekelompok remaja yang berkumpul,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Menperin Ungkap Industri Nonmigas Tumbuh 5,88 Persen

28 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menperin Ungkap Industri No...

Seskab: Bali Segera Milki Punya Jalur Kereta Api

41 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Seskab: Bali Segera Milki P...

Prancis Kembali Diguncang Aksi Demo

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Prancis Kembali Diguncang A...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.