Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Great Sale 2025: Momentum Gerakkan Wisata Belanja Terpadu

6 Kamis, 18 Des 2025, 17:22 WIB | Oleh:
Indonesia Great Sale 2025: Momentum Gerakkan Wisata Belanja Terpadu Indonesia Great Sale 2025: Momentum Gerakkan Wisata Belanja Terpadu Doc: ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti
Ket. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan pentingnya Indonesia Great Sale 2025 sebagai momentum mendorong pertumbuhan wisata belanja di Indonesia dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (18/12).

JAKARTA - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan bahwa penyelenggaraan program "Bina Indonesia Great Sale 2025" merupakan momentum penting bagi sektor pariwisata dalam rangka menggerakkan wisata belanja yang terpadu di Indonesia.

"Indonesia Great Sale 2025, #BelanjaDiIndonesiaAja, merupakan momentum penting untuk menggerakkan wisata belanja yang terpadu. Ini sejalan dengan semangat liburan #DiIndonesiaAja dari Kementerian Pariwisata," kata Widiyanti dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (18/12).

Widiyanti mengatakan wisata belanja adalah salah satu tema perjalanan yang sangat penting, yang juga mendorong perjalanan dan kunjungan wisatawan.

Dalam data yang dirilis oleh YouGov tahun 2023, hampir 77 persen wisatawan asal Indonesia termotivasi oleh kegiatan belanja saat berwisata, ke mancanegara maupun di dalam negeri.

Kemudian dalam data terbaru Badan Pusat Statistik pada periode Januari hingga Oktober 2025, perjalanan wisatawan nusantara sudah menembus 697,91 juta perjalanan atau bertumbuh sebesar 11,89 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Kunjungan wisatawan mancanegara telah menembus angka 12,7 juta atau tumbuh sekitar 10,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama di Oktober tahun 2024. Dengan wisatawan asal Malaysia masih menjadi penyumbang kunjungan wisman terbesar.

Sedangkan rata-rata pengeluaran belanja wisatawan mancanegara per kedatangan pada periode triwulan 1 hingga 3 tahun ini, mencapai angka 1.259 dolar Amerika Serikat, menurut data dari STR dan Horwath HTL untuk wilayah Asean.

"Dengan demikian, pada periode triwulan yang sama, sektor pariwisata menyumbangkan devisa negara sebesar 13,8 miliar dollar Amerika Serikat. Pariwisata juga turut berkontribusi sebesar 3,96 persen dari pertumbuhan angka Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada periode triwulan 1 hingga 3 tahun 2024, sesuai data sementara BPS," ujarnya.

Dengan melihat angka positif yang mengiringi pemulihan perangkat kunjungan wisatawan mancanegara, Widiyanti mengajak seluruh pelaku industri pariwisata untuk memahami pentingnya aktivasi pada pariwisata dan menciptakan kebijakan yang mendukungnya.

Ia menilai aktivasi bukan lagi sekadar pemanis saja, ini adalah strategi strategis untuk mendorong wisatawan berbelanja lebih banyak, tinggal lebih lama, dan memilih Indonesia sebagai destinasi favorit.

"Dengan aktivasi berkelanjutan, belanja menjadi bagian dari pengalaman berwisata, produk-produk lokal meningkat, dan naik-naik daya saing destinasi meningkat. Pajaknya dikembalikan, tetapi oleh-oleh dan pariwisata produk kreatif lainnya," kata dia.

Widiyanti meyakini bahwa program itu akan memperkuat daya tarik perjalanan yang holistik sekaligus menciptakan keterhubungan antara destinasi, pusat perbelanjaan, kuliner, dan kegiatan lainnya.

Menurutnya, melalui kolaborasi yang kuat target untuk mencapai 1,08 miliar pergerakan wisatawan domestik di tahun 2025 dapat tercapai.

Dalam kesempatan itu, ia turut mengajak masyarakat untuk menikmati momen belanja di Indonesia saja. Terutama bagi para ibu yang disebut gemar berbelanja dan mengetahui kualitas terbaik dari berbagai produk.

"Ibu-ibu selalu tahu mana produk yang bagus, mana yang bernilai, dan mana yang bisa membawa kebahagiaan bagi keluarganya. Jadi, mumpung Indonesia Great Sale sedang berlangsung, saya ingin mengajak seluruh masyarakat Indonesia, khususnya ibu-ibu, mari belanja di Indonesia aja!" ucapnya.

“BINA Indonesia Great Sale 2025: Wisata Belanja di Indonesia" merupakan realisasi dari gerakan nasional Belanja di Indonesia Aja (BINA). Gerakan nasional ini diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) untuk memperkuat perdagangan dalam negeri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Menperin Ungkap Industri Nonmigas Tumbuh 5,88 Persen

25 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menperin Ungkap Industri No...

Seskab: Bali Segera Milki Punya Jalur Kereta Api

38 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Seskab: Bali Segera Milki P...

Prancis Kembali Diguncang Aksi Demo

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Prancis Kembali Diguncang A...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.