Prabowo Ingin Revolusi Desa: 80 Ribu Gerai Kopdes Modern Siap Guncang Ritel Nasional
Selasa, 18 Nov 2025, 17:10 WIBJAKARTA -Â Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa standarisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan amanat Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan setiap desa memiliki gerai ritel modern dengan harga terjangkau.Â
Melalui rencana pembangunan lebih dari 80 ribu outlet, pemerintah menargetkan layanan ritel, kesehatan, dan logistik dapat diakses lebih mudah oleh masyarakat pedesaan.
"Kenapa harus gerai standar? Presiden ingin agar masyarakat desa mendapatkan barang-barang kebutuhan dengan harga yang terjangkau, dan kita punya outlet sendiri," kata Menkop dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan standar tersebut tidak membatasi kreativitas, karena setiap koperasi tetap diberi ruang mengembangkan potensi lokal seperti kerajinan, kuliner, hingga wisata sesuai karakter ekonomi desa masing-masing.
Namun keberadaan gerai seragam dinilai penting agar masyarakat desa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus memperoleh akses ritel modern yang dikelola langsung oleh koperasi setempat.
Dia menuturkan melalui lebih dari 80 ribu outlet yang direncanakan, pemerintah ingin produk hasil desa maupun produksi dalam negeri, termasuk BUMN, dapat dipasarkan secara luas melalui jaringan koperasi desa.
"Harapannya adalah dengan ada 80 ribu outlet kita bisa memproduksi barang-barang hasil masyarakat desa itu sendiri atau dari hasil produksi manapun dalam negeri BIMN untuk dijual di outlet-outlet yang ada di koperasi desa," tuturnya.
Mankop juga menuturkan Presiden Prabowo meminta setiap Kopdes memiliki apotek dan klinik desa sebagai upaya menghadirkan layanan kesehatan terjangkau agar masyarakat pedesaan dapat mengakses obat dan fasilitas medis tanpa perlu perjalanan jauh.
Bahkan fasilitas gudang turut disiapkan karena koperasi berfungsi sebagai penampung hasil produksi, dilengkapi cold storage, sistem pengatur suhu, hingga dryer guna menjaga kualitas komoditas desa sebelum dipasarkan.
Selain itu, pemerintah menambahkan fasilitas kendaraan logistik agar mobilitas barang dari desa ke luar, maupun sebaliknya, dapat berjalan lancar dan mendukung stabilitas distribusi kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.
Kebijakan itu disusun berdasar kebutuhan nyata masyarakat desa yang masih memerlukan pelayanan ritel, kesehatan, dan logistik terjangkau sehingga standar bangunan Kopdes dibuat mengikuti prinsip kemanfaatan dan efisiensi.
Menkop menyampaikan gerai sembako di Kopdes dirancang dikelola layaknya ritel modern dengan manajemen penjualan yang tertib, harganya kompetitif, serta menyediakan berbagai kebutuhan pokok bagi seluruh warga desa.
"Jadi amanat ini memang didasarkan oleh Presiden melihat bahwa masyarakat di pedesaan ini masih membutuhkan beberapa hal itu sehingga standar penggunaan fisiknya pun juga disesuaikan seperti itu," jelasnya.
Ia menambahkan seluruh barang yang dijual nantinya diproduksi oleh masyarakat desa, koperasi kota atau provinsi, serta perusahaan dalam negeri, sehingga menghadirkan ekonomi gotong royong yang memperkuat kesejahteraan desa secara berkelanjutan.
- prabowo subianto
- koperasi desa
- ferry juliantono
- menteri koperasi
- kopdes
- revolusi desa
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
12 Trainset KRL Buatan INKA Tiba di Jakarta Juni 2026, Siap Layani Rute Cikarang-Bogor
-
Kakorlantas Persiapkan Rekayasa Lalu Lintas Arus Mudik
-
4.263 Huntara untuk Penyintas Bencana Sumatra Selesai Dibangun, Sebagian Besar di Aceh
-
Proliga 2026: Seri Tiga di Bandung, bjb Tandamata Targetkan Sapu Bersih
-
Kemacetan di Cawang Akibat Parkir Liar, Pemkot Jakarta Timur Ambil Langkah Tegas
-
Anda Ingin Menikmati Mekarnya Bunga Sakura? Ini Lima Rekomendasi Destinasinya
-
Perhatian! Mudik Gratis Idul Fitri 2026 Mulai Dibuka Pemprov DKI, Persiapkan Ini untuk Daftarnya?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.