Trump Tandatangani Perintah Turunkan Tarif Daging Sapi, Kopi, dan Produk Lainnya

Senin, 17 Nov 2025, 01:00 WIB

WASHINGTON DC - Presiden Donald Trump pada Jumat (14/11), menandatangani perintah untuk menurunkan tarif Amerika Serikat (AS) atas sejumlah impor produk pertanian seperti daging sapi, pisang, kopi, dan tomat. Kebijakan ini diambil di tengah tekanan dari para pemilih yang menghadapi kenaikan biaya hidup.

Produk-produk tersebut kini dikecualikan dari tarif “timbal balik” yang diberlakukan tahun ini untuk menanggapi praktik perdagangan yang dinilai tidak adil. Pemerintah mempertimbangkan keterbatasan kapasitas produksi dalam negeri dalam menentukan pengecualian ini. Meski demikian, sebagian tarif lain tetap diberlakukan.

Ket. Foto: Presiden AS Donald Trump sebelum menandatangani perintah eksekutif tentang anak-anak dan keluarga asuh di Ruang Timur Gedung Putih di Washington, DC, Kamis, (13/11). — Sumber: AFP/SAUL LOEB

Dikutip dari AFP, menurut perintah yang dirilis Gedung Putih, kebijakan pengecualian tarif ini berlaku surut dan efektif per Kamis (13/11).

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintahan Trump meyakinkan publik bahwa kondisi ekonomi Amerika masih kuat, sementara isu keterjangkauan kebutuhan hidup menjadi sorotan utama dalam pemilihan wali kota New York City serta pemilihan gubernur New Jersey dan Virginia. Dalam tiga kontestasi itu, kandidat Demokrat berhasil meraih kemenangan dengan isu biaya hidup sebagai fokus kampanye.

Daftar produk yang dibebaskan tarif tidak hanya mencakup komoditas di atas, tetapi juga alpukat, kelapa, dan nanas — sebagian besar merupakan barang impor yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan domestik.

Harga kopi, misalnya, melonjak sekitar 20 persen pada Agustus–September akibat gangguan iklim dan tarif impor. Presiden Asosiasi Kopi Nasional AS, Bill Murray, menyambut baik kebijakan ini dan menyebutnya dapat membantu “meringankan tekanan biaya hidup bagi dua pertiga orang dewasa Amerika yang mengonsumsi kopi setiap hari,” sekaligus menjaga pasokan bagi pelaku usaha.

Harga daging sapi juga terus naik tahun ini, dipicu menurunnya pasokan ternak di tengah permintaan yang tetap tinggi.

Indeks harga konsumen (consumer price index/CPI) AS mengalami pertumbuhan secara tahunan (year on year/yoy) sebesar 3 persen pada September 2025, naik tipis dari 2,9 persen pada Agustus 2025. Secara khusus, harga daging sapi dan daging sapi muda pada September meningkat 14,7 persen (yoy), sementara harga kopi naik 18,9 persen.

Timbal Balik

Gedung Putih pada akhir pekan lalu, menyampaikan bahwa sejumlah produk pertanian yang memenuhi kriteria tertentu tidak lagi dikenakan tarif, khususnya makanan yang tidak ditanam di AS.

Pengumuman ini disampaikan sehari setelah Washington mengumumkan perjanjian dagang dengan Argentina, Guatemala, Ekuador, dan El Salvador. Dalam kesepakatan tersebut, AS berkomitmen menghapus tarif “timbal balik” untuk barang-barang yang tidak dapat ditanam, ditambang, atau diproduksi dalam jumlah memadai di dalam negeri.

Sejak kembali menjabat pada Januari, Presiden Trump telah memberlakukan tarif besar-besaran terhadap mitra dagang AS. Kebijakan tersebut memicu peringatan para ekonom bahwa tarif dapat meningkatkan inflasi dan menekan pertumbuhan ekonomi.

Meski inflasi konsumen secara keseluruhan belum melonjak tajam, para pembuat kebijakan mencatat bahwa tarif telah mendorong kenaikan harga pada sejumlah produk tertentu. Dampaknya diperkirakan masih akan terus terasa di perekonomian terbesar dunia itu.

Pemerintahan Trump juga mengakui keresahan publik mengenai keterjangkauan kebutuhan hidup. Penasihat ekonomi utama Trump menyoroti menurunnya daya beli masyarakat dalam beberapa tahun terakhir.

“Itu akan kami perbaiki, dan akan kami perbaiki segera,” ujar Kevin Hassett, Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih.

Dari sisi internasional, beberapa negara eksportir seperti Australia menyambut positif keputusan ini karena mereka sebelumnya terdampak oleh tarif tinggi dan kini kembali mendapatkan akses yang lebih mudah ke pasar AS.

Namun, bukan berarti semua hambatan langsung hilang. Misalnya, menurut pernyataan Wakil Presiden Brasil, meskipun ada pengurangan tarif dasar, sejumlah produk Brasil masih menghadapi tarif hingga 40 persen.

  • Kebijakan Tarif

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.