• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Film ‘Demon Slayer: Infi...

Film ‘Demon Slayer: Infinity Castle’ Raup Keuntungan Fantastis Rp835 Miliar di China, Pendapatan Global Tembus Rp11,7 Triliun

Senin, 17 Nov 2025, 14:55 WIB

JAKARTA - Film “Demon Slayer: Infinity Castle” kembali menegaskan statusnya sebagai fenomena box office global. Rilisan terbaru dari franchise anime populer tersebut mencetak pembukaan impresif di China dengan pemasukan sekitar USD 52,4 juta atau setara Rp835 miliar (kurs Rp16.000 per USD). Tambahan besar dari pasar China membuat pendapatan global film ini kini mencapai USD 730 juta atau sekitar Rp11,7 triliun, menjadikannya salah satu film tersukses tahun 2025.

Rilisan ini ditangani secara lokal oleh Maoyan dan mendapat sambutan luar biasa dari penonton China, meski hubungan diplomatik Beijing–Tokyo sempat memanas dalam beberapa pekan terakhir. Antusiasme penonton tetap tinggi, terbukti dari kuatnya promosi mulut ke mulut yang mendorong lonjakan penjualan tiket sepanjang akhir pekan.

Ket. Foto: — Sumber: ANTARA News

Dalam persaingan box office, “Infinity Castle” berhasil mengungguli “Now You See Me: Now You Don’t” yang meraup USD 21,6 juta pada pekan debutnya di China. Sementara film kriminal lokal “Family at Large” yang dibintangi Hu Ge berada di posisi ketiga dengan pemasukan USD 1,9 juta.

Kesuksesan “Infinity Castle” terus menambah daftar rekor yang berhasil dicapai. Film ini kini tercatat sebagai film Jepang terlaris sepanjang masa, sekaligus film internasional dengan pendapatan tertinggi di box office Amerika Utara, melampaui rekor panjang yang sebelumnya dipegang “Crouching Tiger, Hidden Dragon”. Secara global, film ini juga menempati posisi lima besar rilis terbesar tahun 2025.

Performa kuat juga terlihat di layar Imax. Di China saja, film ini mencatat pendapatan USD 11,5 juta dari format tersebut, menyumbang seperempat dari pendapatan nasional. Ini menjadi pembukaan Imax terbesar sepanjang masa untuk film Jepang di China, sekaligus debut Imax animasi terbesar kedua setelah “Ne Zha 2”, yang saat ini memimpin box office dunia.

Fenomena Demon Slayer sendiri tak lepas dari popularitas manganya karya Koyoharu Gotouge dan adaptasi anime garapan Ufotable, yang sejak 2019 terus memperluas basis penggemar global. Kisah Tanjiro Kamado, Nezuko, dan perjuangan melawan para iblis berhasil memadukan drama keluarga, aksi epik, dan fantasi kelam yang semakin dipoles dengan animasi berkualitas tinggi.

Kesuksesan besar “Infinity Castle”, yang merupakan bagian pertama dari trilogi penutup arc “Final Battle”, memperkuat strategi jangka panjang Sony dalam mengembangkan ekosistem anime global melalui Crunchyroll. Para analis menilai capaian ini sebagai bukti bahwa investasi Sony di sektor anime telah membuahkan hasil besar, sekaligus menegaskan dominasi anime Jepang yang terus mencuri perhatian pasar internasional — termasuk di China yang belakangan semakin akrab dengan konten animasi asal Negeri Sakura.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Muhammad Daniel Ramadhan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.