Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tim SAR Persempit Area Pencarian 12 Korban Longsor Cilacap

📅 Minggu, 16 Nov 2025, 09:58 WIB | Oleh:
Tim SAR Persempit Area Pencarian 12 Korban Longsor Cilacap Doc: Basarnas Cilacap
Ket. Apel persiapan operasi SAR hari keempat di lokasi bencana tanah longsor, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (16/11/2025).

CILACAP - Tim SAR gabungan mempersempit sektor pencarian pada hari keempat operasi penanganan longsor di Desa Cibeunying, Kabupaten Cilacap, dengan fokus pada dua sektor dan empat worksite, setelah area sebelumnya dinilai tuntas dan seluruh titik prioritas dievaluasi.

Kepala Kantor SAR Cilacap Muhammad Abdullah di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (16/11), mengatakan penyempitan skema itu dilakukan karena Worksite A3 telah selesai dan seluruh korban di titik tersebut ditemukan.

“Hari ini (16/11) pencarian dipusatkan di sektor A dan sektor B, masing-masing pada Worksite A1, A2, B1, dan B2. Kita mengerahkan 21 ekskavator, 17 alat bantu kompresor, sembilan anjing pelacak, serta lebih dari 600 personel,” katanya.

Ia mengatakan pada Worksite A1 dan A2 yang berada di Dusun Cibuyut masih ada enam korban dalam pencarian, sedangkan pada Worksite B1 dan B2 di Dusun Tarukahan juga terdapat enam korban dalam pencarian.

Menurut dia, asesmen lapangan pada pukul 05.30 WIB oleh Basarnas, TNI, Polri, dan unsur SAR lain memastikan titik-titik pencarian tidak mengalami perubahan.

“Setiap worksite seluas 500 meter persegi. Jika ada pergeseran satu hingga dua meter, area itu masih terkendali dalam rencana operasi,” katanya.

Sementara itu Dandim 0703/Cilacap Letkol Inf Andi Aziz mengatakan kondisi cuaca menjadi kendala karena hujan deras yang terjadi pada Sabtu (15/11) malam membuat lokasi tergenang dan tanah berubah seperti bubur.

“Ini menambah tantangan bagi kami, sehingga koordinasi antar-tim harus lebih solid,” katanya.

Ia mengatakan dukungan alat berat terus ditingkatkan, termasuk tiga unit ekskavator PC200 dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap.

“Kami berharap pencarian berjalan cepat dan tuntas. Semoga 12 korban (bukan 10 seperti yang diwartakan sebelumnya) yang masih tertimbun dapat ditemukan seluruhnya,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.