- Home
-
- Megapolitan
-
- 7 Kawasan Kuliner Kekinian...
7 Kawasan Kuliner Kekinian di Jakarta yang Wajib Dikunjungi
Sabtu, 15 Nov 2025, 10:18 WIBJAKARTA â Malam mingguan tidak akan seru kalau nggak nongkrong bersama teman sambil kulineran. Iya, budaya nongkrong memangsudah ada sejak dulu, dan memang seseru itu!
Mau ngobrolsambilminum kopi dan makan di kawasan-kawasan kuliner di Jakarta, ini dia spot-spot yang menjadi tren baruyang diciptakan para entrepreneur muda di dunia kuliner. Tapi, tidak hanya anak muda, semua elemen masyarakat juga bisa menikmati genre baru kuliner ini.
Berikut spot-spotdi Jakarta untuk menikmati jajanan kuliner kreatif seperti yang direkomendasikan Pemprov DKI Jakarta:
1. Tendean 41
Kawasan kuliner yang beroperasi sejak pukul 17.00 hingga tengah malam ini ada di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Berbagai kedai makanan dengan sentuhan kreatif ala milenial ada di sini. Salah satunya Warung Nagih, pionircemilan berbasis street food yang bermula di atas lahan kosong ini. Ada juga Kedai Fusion dan Gule DKI menyediakan aneka jenis makanan, dari cemilan sampai nasi goreng. Bigpan menyajikan pancake dengan bermacam topping. Yakitori Go menawarkan menu khas Jepang, Domba Tarsan menghidangkan tongseng, sate, serta nasi goreng.
2. Pasar Santa
Pasar Santa menjadi spot hangat bagi Millennials dan Gen Z untuk nongkrong sambil menyantap menu yang Instagramable. Dari ayam geprek kekinian, Geprek Gepruk, hidangan pencuci mulut, Leheaven, atau variasi kopi dari berbagai kios kopi di sini yang sangat aman untuk kantong mahasiswa.
Ada juga makanan khas Meksiko dengan harga terjangkau, cendol, beragam menu durian, infused water, smoothies sehat, menu sate yang variatif, sampai menu khas Jepang dengan harga yang terjangkau. Walau harganya relatif murah, soal rasa tak perlu khawatir, karena dijamin tidak akan mengecewakan. Pasar Modern Santa terletak di Jalan Cipaku I No. 121, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
3. Kuliner Pecenongan
Surga kuliner malam hari ada di Jalan Pecenongan, Jakarta Pusat. Bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar sepuluh menit dari Stasiun Juanda. Beroperasi pada pukul 18.00-03.00, bermacam jajanan kaki lima dan restoran berderet di sepanjang Jalan Pecenongan. Ada pula beberapa restoran yang beroperasi 24 jam, seperti Nasi Uduk Sri Rostika, Bubur Kwang Tung, serta Martabak Pecenongan 65A yang legendaris. Anda dapat menyantap martabak dengan topping yang unik dan kekinian di sini, selain menikmati chinese food halal.Â
4. Food Fighters
Berlokasi di Jalan Melawai IV No. 7, tepat di samping Fave Hotel, Anda bisa menemukan versi lebih segar dari Pasar Santa. Food court dengan sepuluh tenant tetap dan lima tenant pop up setiap bulan menawarkan kuliner kekinian, dengan dekorasi ala 8-bit menjadikan kawasan kuliner ini sebagai sebagai salah satu spot berkumpul anak muda yang paling hits di Jakarta.
Ada Mushroom Burger seharga Rp 30.000 di Judas Kitchen, selain makanan sehat yang cocok untuk kocek mahasiswa seperti infused water dan menu makanan less oily yang menjadi perhatian dietician. Di samping Bonara Pasta, Miechino, Kopi Pasar, serta Papricano Zucker Waffle, Drink by Food Fighters menyajikan minuman-minuman yang sedang trendi industri kuliner kreatif.
Datang dan rasakan langsung ke tempat ini pada pukul 10.00 sampai 22.00 atau hingga 24.00 pada malam Minggu. Harga makanan dan minuman cuma Rp 7.000-50.000!
5. OTW Food Street
Tempat makan dengan konsep mini food court ini telah merambah ke berbagai kota di Indonesia, di antaranya Surabaya, Malang, Bali, Makassar, Pontianak, serta Balikpapan. Berlokasi di Kelapa Gading, Jakarta Utara, tepatnya di Jalan Kelapa Kopyor Raya BA 2 No.1, mulai beroperasi pukul 16.00 hingga pukul 21.00 setiap hari kecuali Senin. Gerai ini terkenal karena rasa martabak green tea-nya, juga topping-topping unik atau snack-nya. OTW Food Street juga terkenal karena konsepnya yang menawarkan makanan berwarna-warni dari pelangi sampai hitam pekat, dari makanan berat hingga finger food, dari minuman tradisional seperti kunyit jahe hingga smoothies beraneka warna dan rasa.
6. Gulai Tikungan (Gultik)
Spot ini sudah menjadi salah satu kawasan kuliner yang terkenal sejak 1980-an. Gulai yang dijajakan secara kaki lima oleh sejumlah penjualnya di tikungan atau perempatan Jalan Mahakam dan Bulungan. Ketenaran gulainya tidak pernah redup, walau sudah eksis selama tiga dekade. Dengan harga relatif murah, seporsi gulai tetap akan menggoyang lidah serta mengenyangkan perut Anda.
7. Jalan Sabang
Kawasan kuliner di Jalan Agus Salim atau Sabang ini terdiri dari berbagai restoran dan warung kaki lima yang cukup banyak, sehingga pilihan makanan yang ditawarkan pun lebih variatif. Dari Sate Jaya Agung yang sudah berjualan sate kambing dan ayam sejak 1963, Bakmi Roxy yang sudah melegenda, Ben Seafood untuk pecinta santapan laut, hingga nasi goreng kambing yang legendaris di Jalan Kebon Sirih dekat Jalan Sabang.
Ada juga kafe Kopi Oey buat penggemar kopi bernuansa ala kopitiam di Pecinan, dengan menu makanan tradisional dan suasana klasik tempo dulu. Sedangkan kedai Kopi Atjeh menyajikan kopi Gayo beserta mie Aceh. Ada pula kawasan kuliner BSM di sebelah Bank Syariah Mandiri yang menjadi pilihan spot makan siang karyawan di sekitar Jalan Thamrin, Medan Merdeka, serta Kebon Sirih dengan budget sangat pocket-friendly.Di sini Anda bisa mencicipi Ayam Gepuk Sambal Bawang Pak Gembus, Bakmi Bangka, Bubur Ayam Cianjur, Soto Kuin Abang Suhai, dan lain-lain.
- rekomendasi kuliner
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.