Xi Jinping Batal Hadiri KTT G20 di Afrika Selatan, China Kirim PM Li Qiang Sebagai Wakil Resmi

Jumat, 14 Nov 2025, 03:00 WIB

BEIJING - Presiden Xi Jinping dipastikan tidak menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Afrika Selatan pada 22–23 November 2025. 

Sebagai gantinya, Perdana Menteri Li Qiang akan mewakili China dalam forum kerja sama ekonomi global itu yang mengusung tema “Solidaritas, Kesetaraan, dan Keberlanjutan.”

Ket. Foto: Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Kamis (13/11). — Sumber: ANTARA/Desca Lidya Natalia

"Atas undangan pemerintah Republik Afrika Selatan, Perdana Menteri Li Qiang akan menghadiri KTT G20 di Johannesburg pada 21-23 November 2025," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Kamis.

KTT G20 akan dilaksanakan di Johannesburg, Afrika Selatan (Afsel) pada 22–23 November 2025 dengan tema "Solidaritas, Kesetaraan dan Keberlanjutan".

Sebelumnya Presiden Amerika Serikat Donald Trump memastikan dirinya tidak akan menghadiri KTT G20 dan tidak akan mengirim wakilnya selama Afsel terus melakukan "pelanggaran hak asasi manusia."

"Di tengah perubahan dunia yang pesat dan belum pernah terjadi selama satu abad, pertumbuhan ekonomi global yang lambat dan defisit pembangunan yang semakin melebar, G20, sebagai forum utama kerja sama ekonomi internasional, perlu meningkatkan solidaritas dan kerja sama serta bersama-sama menanggapi tantangan dunia," ungkap Lin Jian.

Kehadiran PM Li Qiang, ungkap Lin Jian, juga menjadi bentuk dukungan China untuk meningkatkan tata kelola ekonomi global dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dunia serta pembangunan dan kemakmuran negara-negara.

"KTT G20 yang diselenggarakan di benua Afrika untuk pertama kalinya ini memiliki makna bersejarah. China mendukung kepemimpinan Afrika Selatan dalam G20 dan siap bekerja sama dengan berbagai pihak," tambah Lin Jian.

Tema G20 yaitu "Solidaritas, Kesetaraan, Keberlanjutan", menurut Lin Jian, juga di untuk membangun konsensus antara anggota-anggota G20 untuk menegakkan multilateralisme, membangun ekonomi dunia yang terbuka, dan mendorong kerja sama pembangunan.

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump sempat menuding Afsel telah memperlakukan petani kulit putih secara tidak adil dengan mengatakan orang-orang Afrikaner (keturunan pemukim Belanda, serta imigran Prancis dan Jerman) sedang dibunuh dan disembelih, sementara tanah dan lahan pertanian mereka dirampas secara ilegal.

Afsel menjadi negara Afrika pertama yang memegang presidensi G20 sementara pada 2026, Trump dijadwalkan memimpin KTT G20 tahun depan di resor golf miliknya di Miami, Florida.

Sedangkan Presiden Prabowo Subianto direncanakan akan hadir dalam KTT G20 sebagai dukungan terhadap kerja sama kawasan Selatan-Selatan.

KTT G20 yang diketuai Afsel meliputi pembahasan mobilisasi pendanaan untuk transisi energi yang adil, pengembangan digital dan penguatan kemitraan G20 dengan kawasan Afrika.

Anggota G20 terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brazil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Korea Selatan, Rusia, Prancis, China, Turki dan Uni Eropa.

  • li qiang
  • xi jinping
  • afrika selatan
  • ktt g20

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.