Bobibos, BBM Berbasis Limbah Pertanian: Ahli Minta Pemerintah Serius Menguji

Jumat, 14 Nov 2025, 23:00 WIB

JAKARTA – Pemerintah perlu mengkaji potensi Bobibos—bahan bakar alternatif dari limbah pertanian—karena inovasi ini dapat menjadi solusi strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

Dengan memanfaatkan limbah biomassa yang selama ini kurang bernilai, Bobibos mampu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus menekan emisi karbon.

Ket. Foto: Ilustrasi - Pekerja menuangkan BBM alternatif yang telah diolah dari limbah sampah plastik di IPST Asari, Kota Cilegon, Banten, Selasa (17/6/2025). — Sumber: ANTARA FOTO/ Muhammad Bagus Khoirunas

Selain itu, pengembangan bahan bakar ini membuka peluang ekonomi baru di pedesaan, meningkatkan pendapatan petani, serta menciptakan rantai nilai energi terbarukan yang lebih inklusif.

Kajian yang komprehensif diperlukan untuk memastikan efisiensi produksi, stabilitas pasokan, dan kelayakan komersial sehingga Bobibos dapat diadopsi secara luas sebagai alternatif energi berbiaya rendah dan ramah lingkungan.

Pakar energi Universitas Islam Riau (UIR) Ira Herawati menyarankan pemerintah untuk mengkaji bahan bakar alternatif dari limbah pertanian bernama Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos atau disingkat Bobibos.

Ira menjelaskan Bobibos merupakan angin segar bagi pemenuhan kebutuhan energi di Indonesia, tetapi membutuhkan pembuktian lebih lanjut oleh lembaga yang kredibel.

“Jadi, saya pikir ini sesuatu hal yang angin segar dan perlu diberi ruang untuk apresiasi, tetapi juga memang perlu pembuktian lebih lanjut," ujar Ira dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (14/11).

Senada dengan Ira, ekonom dari Universitas Persada Bunda Indonesia (UPBI) Riyadi Mustofa mengapresiasi kehadiran Bobibos, dan tetap mendorong dilakukannya beragam uji coba sebelum dijual secara umum ke masyarakat.

Menurut Riyadi, uji laboratorium dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dapat membuktikan klaim Bobibos yang ada saat ini.

"Kalau sudah komersial, memiliki nilai ekonomis, ya harus diurus izinnya. Harus ada izin operasional, tata cara pembuatannya, maupun izin edar karena itu barang dijual," ujarnya.

Sebelumnya, pada 11 November 2025, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia merespons kehadiran Bobibos dan mengatakan kementeriannya akan mempelajari terlebih dahulu.

Diketahui, Bobibos merupakan inovasi dari PT Inti Sinergi Formula yang diperkenalkan kepada publik pada 2 November 2025 di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Bahan bakar tersebut berasal dari limbah pertanian, dan dikembangkan oleh M. Ikhlas Thamrin bersama tim risetnya.

Adapun Bobibos diklaim sebagai bahan bakar berperforma tinggi yang setara dengan research octane number atau RON 98, dan ramah lingkungan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.