Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Meresahkan! Transaksi Narkoba di Pasar Sukadamai Babel Seperti Jualan Kacang Goreng, Terang-terangan!

📅 Selasa, 11 Nov 2025, 12:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Meresahkan! Transaksi Narkoba di Pasar Sukadamai Babel Seperti Jualan Kacang Goreng, Terang-terangan! Doc: Antara
Ket. Ilustrasi

PANGKALPINANG - Kepala BNN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol. Eko Kristianto menyebutkan transaksi narkoba jenis sabu di Pasar Sukadamai Kabupaten Bangka Selatan sudah seperti menjual kacang goreng, sehingga meresahkan pengunjung pasar itu.

"Pengedar di pasar ini menjual sabu di atas lapak dilengkapi timbangan dan ini sudah seperti menjual kacang goreng," kata Brigjen Pol. Eko Kristianto di Pangkalpinang, Selasa (11/11).

Ia mengatakan para pengedar narkoba di Pasar Sukadamai Kabupaten Bangka Selatan ini membuka lapak-lapak untuk menjual narkoba di dalam pasar dan dilakukan secara terbuka atau terang-terangan sehingga menimbulkan keresahan masyarakat di daerah itu.

"Ada beberapa titik lapak-lapak penjualan narkoba ini dan peristiwa ini terjadi sudah cukup lama," ujarnya.

Ia menyatakan selama ini, kenapa aparat penegak hukum kepolisian dan BNN tidak melakukan penggerebekan di Pasar Sukadamai ini, karena isunya di kawasan ini sudah luar biasa, isunya ada senjata api, beking dan strategi berjualan narkoba dilengkapi kamera pengawas.

"Jalan-jalan masuk menuju di lapak-lapak penjualan narkoba ini dilengkapi CCTV atau kamera pengawas dan pengawas para pengedar ini, sehingga mereka dengan mudah memantau dan mengawasi aparat yang akan melakukan penggerebekan di kawasan pasar tersebut," katanya.

Ia menambahkan pada penggerebekan di Pasar Sukadamai kemarin (10/11), tim gabungan BNNP Kepulauan Babel berhasil mengamankan 11 orang pengedar dan pemakai narkoba beserta barang bukti sabu seberat 19,30 gram.

"Selama ini aparat sulit menembus dan mengungkap peredaran gelap narkoba ini, karena aparat yang dikerahkan kurang banyak dan Alhamdulillah, kemarin kami dibantu tim Polda, Polres, Polair Kepulauan Babel untuk membongkar peredaran gelap di pasar ini," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Olahraga
Mbappe Cedera Lutut, Tingga...
Rona
Lucasfilm Memilih Sutradara...
Luar Negeri
Peringatan dari Para Tokoh ...

Swasembada Susu Masih Terbentur Impor

52 menit yang lalu | Lukman

Ekonomi
Swasembada Susu Masih Terbe...
Ekonomi
KIH Perkuat Daya Saing Prod...

Pemkot Surabaya Siapkan Perwali untuk Lindungi Hak Mbak-mbak PRT

52 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Pemkot Surabaya Siapkan Per...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.