KKP Ingin Lestarikan Perikanan Tangkap dengan Membangun SDM-nya
Selasa, 11 Nov 2025, 01:23 WIBJAKARTA â Demi mengembangkan perikanan tangkap berkelanjutan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM)-nya. Salah satu upaya yang dilakukan dengan menggandeng Asosiasi Perikanan Pole & Line dan Handline Indonesia (AP2HI).
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) I Nyoman Radiarta, dalam siaran resmi di Jakarta, Senin, mengatakan sinergi antara lembaga pendidikan, asosiasi industri, dan nelayan akan memperkuat daya saing SDM perikanan Indonesia di tingkat global.
âDengan sinergi yang kuat antara lembaga pendidikan, asosiasi industri, dan nelayan, kami optimistis SDM perikanan Indonesia akan semakin tangguh dan berdaya saing,â ujarnya.
Kerja sama ini mencakup pelatihan dan sertifikasi awak kapal yang menangkap ikan dengan pancing (pole & line) dan pancing ulur (handline) di 23 lokasi, program magang dan link-and-match antara satuan pendidikan dengan industri anggota AP2HI, penyusunan modul pelatihan perikanan berkelanjutan, serta pendampingan kelembagaan nelayan kecil.
Kegiatan tersebut menargetkan lebih dari 900 nelayan kecil kapal di bawah 5 GT untuk memperoleh pelatihan dan sertifikasi resmi. Program magang juga diharapkan membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa dan lulusan sekolah kelautan dan perikanan untuk meningkatkan kesiapan kerja di industri.
Ketua AP2HI Abrizal Andrew Ang menambahkan kerja sama ini merupakan komitmen bersama pemerintah dan pelaku industri untuk memperkuat kapasitas nelayan kecil sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengembangan perikanan berkelanjutan.
âKerja sama antara BPPSDM KP dan AP2HI ini diharapkan dapat menjadi model sinergi antara pemerintah dan asosiasi dalam pengembangan SDM perikanan tangkap yang kompeten dan berkelanjutan,â kata dia lagi.
Sebagai pelopor perikanan tuna berkelanjutan, Abrizal mengatakan AP2HI selama ini terus mendorong penerapan praktik penangkapan ramah lingkungan, pengembangan komunitas pesisir inklusif, serta peningkatan daya saing di pasar global melalui inovasi penjaminan mutu, sistem ketertelusuran (traceability) hasil tangkapan, dan peningkatan kapasitas nelayan.
Budi Daya Kepiting
Selain itu, KKP mengingatkan jangan hanya bermain local untuk kepiting. Para nelayan perlu terus mengupayakan budi daya kepiting dengan tujuan ekspor. Sebab ekspor hasilnya tentu jauh lebih bagus. Untuk itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan komitmennya untuk membangun industri budi daya kepiting yang berkelanjutan dan berorientasi ekspor.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Tb Haeru Rahayu, dalam pernyataannya di Jakarta, Senin, mengatakan pembangunan industri kepiting tidak hanya bertujuan meningkatkan volume produksi, tetapi juga memastikan keberlanjutan sumber daya dan kelestarian lingkungan pesisir.
Ia menuturkan seiring meningkatnya permintaan global terhadap rajungan dan kepiting, Indonesia menghadapi tantangan berupa potensi penangkapan berlebihan di alam. Untuk menjaga keberlanjutan, KKP mendorong pengembangan budi daya kepiting berkelanjutan serta edukasi kepada masyarakat pesisir.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
DPR Setujui Pembahasan Lanjutan RAPBN 2027
-
Bencana Bisa Kuras APBD, Pemerintah Rilis Sistem Ukur Risiko Fiskal Daerah
-
PP SEMMI Sampaikan Pernyataan Sikap Terkait Sejumlah Permasalahan
-
Mengakali Sinyal “Eat-Me”: Langkah Baru Menumbuhkan Organ Donor dari Spesies Lain
-
Pengalaman Fritz Hadapi Keberanian Jodar di Final
-
Pemkot Bandung Targetkan Pasar Baru dan Pecinan Lama Jadi Kawasan Kuliner Dunia
-
KKP Tangkap Kapal Filipina dan Bongkar 25 Rumpon Ilegal di Maluku Utara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.