Donald Trump Nyatakan Shutdown Akan Segera Berakhir

Senin, 10 Nov 2025, 15:22 WIB

WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa shutdown, atau penutupan kegiatan pemerintahan, akan segera berakhir.

"Sepertinya sebentar lagi shutdown akan berakhir," kata Trump kepada wartawan.

Ket. Foto: Presiden AS Donald Trump — Sumber: dok

Sebelumnya, portal Axios melaporkan bahwa Partai Demokrat di Senat AS telah menunjukkan kesediaan untuk menerima paket rancangan undang-undang yang bisa mengakhiri shutdown.

Pendiri portal Punchbowl, Jake Sherman, kemudian menulis bahwa Gedung Putih mendukung rencana pendanaan bagi pemerintahan AS di majelis tinggi Kongres.

Tahun fiskal yang baru dimulai pada 1 Oktober, tetapi Kongres gagal menyetujui anggaran sehingga pemerintah tidak dapat berfungsi.

Shutdown membuat lembaga-lembaga pemerintah lumpuh karena tidak adanya anggaran dan situasi seperti itu biasa terjadi di AS.

Trump sebelumnya mengatakan dia bisa memanfaatkan situasi tersebut untuk melakukan PHK massal dan pemangkasan pembayaran.

Dia menyalahkan kebuntuan soal anggaran di Kongres kepada Partai Demokrat dan kabinetnya menggunakan situasi itu untuk menghapus program-program yang tidak disukai Partai Republik.

Akibat sutdown tersebut sejumlah negara di Eropa terpaksa menanggung biaya operasional pangkalan militer AS di benua tersebut setelah para pegawai pangkalan tidak menerima gaji akibat penutupan pemerintahan AS alias shutdown yang telah berlangsung selama 40 hari.

Associated Press, sebagaimana dilaporkan RIA Novosti, Senin (10/11), menyebutkan sejumlah negara Eropa itu berharap AS akan mengganti biaya operasional tersebut di kemudian hari.

Publikasi tersebut mencatat bahwa di Jerman, Polandia, Lituania, dan Greenland, dan pemerintah daerah setempat telah menanggung biaya untuk mendukung para pegawai, sementara di Italia dan Portugal, para pekerja tetap melaksanakan tugas meski belum menerima gaji.

Sebelumnya, portal berita Axios melaporkan bahwa Partai Demokrat di Senat AS menunjukkan kesiapan untuk mengesahkan paket rancangan undang-undang yang dapat mengakhiri kebuntuan anggaran tersebut.

Pendiri portal Punchbowl, Jake Sherman, kemudian menyampaikan bahwa Gedung Putih telah mendukung rencana pendanaan pemerintah federal yang diajukan di majelis tinggi Kongres.

Tahun fiskal baru di Amerika Serikat dimulai pada 1 Oktober, namun Kongres gagal mencapai kesepakatan anggaran.

Akibatnya, sebagian lembaga pemerintahan yang pendanaannya bergantung langsung pada persetujuan Kongres terpaksa menghentikan kegiatan operasional mereka. Kondisi seperti ini bukan hal yang jarang terjadi di AS.

Presiden AS Donald Trump, sebelumnya menekankan bahwa masa penutupan pemerintahan dapat dimanfaatkan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja secara massal dan pemangkasan pembayaran.

Menurut Trump, kebuntuan dalam pembahasan anggaran disebabkan oleh sikap Partai Demokrat, sementara Gedung Putih menggunakan situasi itu untuk meniadakan program-program yang tidak disukai Partai Republik.

  • Donald Trump
  • Shutdown

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.