Cilacap, Banyumas, dan Sebagian Besar Jateng Selatan Selama November Ada Ancaman Cuaca Superburuk

Senin, 10 Nov 2025, 12:53 WIB

CILACAP – Warga Banyumas, Cilacap, dan sebagian besar Jateng selatan selama November mesti waspada cuaca eksktrem. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap memperingatkan potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga sangat lebat yang melanda wilayah Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan sepanjang November 2025.    

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Senin, mengatakan tren peningkatan curah hujan sudah terlihat sejak Mei 2025 dan terus meningkat hingga Oktober 2025. 

Ket. Foto: ramalan cuaca — Sumber: ist

“Secara umum sifat curah hujan berada di atas normal, kecuali Juli 2025 yang di bawah normal. Bahkan pada Agustus, yang seharusnya puncak musim kemarau, justru meningkat hingga hampir 600 persen dari normalnya yang sebesar 57 milimeter, karena tercatat mencapai 309 milimeter,” kata dia menjelaskan.. 

Ia mengatakan berdasarkan prakiraan, curah hujan di Cilacap dan Banyumas pada November 2025 berkisar 300 milimeter hingga lebih dari 500 milimeter per bulan, termasuk kategori tinggi hingga sangat tinggi.  

Wilayah Cilacap bagian selatan dan timur, seperti Karangpucung, Gandrungmangu bagian utara, Bantarsari bagian utara, Cilacap Utara, Cilacap Tengah, Cilacap Selatan, Jeruklegi, Kesugihan, Sampang, Maos, Adipala, Kroya, Binangun, dan Nusawungu, berpotensi mengalami hujan sangat tinggi.  

Sementara di Kabupaten Banyumas, hampir seluruh wilayah diperkirakan mengalami hujan tinggi hingga sangat tinggi dengan sifat curah hujan normal hingga di atas normal.

Lebih lanjut, Teguh mengatakan hujan lebat sudah terpantau terjadi di Cilacap dan Banyumas pada 9-10 November 2025.  “Curah hujan di wilayah barat Cilacap seperti Majenang mencapai 80 milimeter, Cimanggu 77 milimeter, dan Dayeuhluhur 73 milimeter, yang mengakibatkan tanah longsor di Karangpucung,” katanya.

Sementara pada 10 November, kata dia, intensitas hujan meningkat dengan curah 102 milimeter di Cipari, 98 milimeter di Karangpucung, dan 78 milimeter di Cimanggu. Ia mengatakan kondisi tersebut tergolong hujan lebat hingga sangat lebat. 

“Pantauan di Banyumas juga menunjukkan kondisi serupa. Pada 9 November, curah hujan mencapai 80 milimeter di Banteran dan Sumpiuh, 79 milimeter di Klapagading, dan 77 milimeter di Rawalo,” katanya.  

Selanjutnya pada 10 November, kata dia, hujan lebat kembali terjadi dengan intensitas 100 milimeter di Gumelar dan 87 milimeter di Kebun Darmakradenan..

Menurut dia, penyebab curah hujan tinggi kali ini dipengaruhi tekanan rendah di Samudra Hindia barat daya Sumatera, siklon tropis Fung Wong di Laut Filipina, serta fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) fase 5 yang meningkatkan pembentukan awan hujan di wilayah Jawa bagian selatan.  

“Ke depan, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat masih akan terus terjadi terutama pada siang hingga malam hari,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah di wilayah Cilacap, Banyumas, dan sekitarnya untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang selama bulan November 2025.

“Koordinasi lintas sektor sangat diperlukan untuk kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem agar risiko bencana dapat diminimalkan,” kata Teguh menegaskan.

  • Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
  • Ramalan Cuaca

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Utang Meningkat, Rakyat Jepang Mulai Cemas Kondisi Fiskal

Tim Gabungan Kendalikan Titik Api di TPSA Ciniru Kuningan

Iran Ancam Anggap Musuh Siapa Pun yang Ikut Blokade Ekonomi AS

Kanada Balas Tarif Trump, Siap Bidik Baja hingga Elektronik AS

Tragedi Shalat Jumat di Nigeria: Masjid Diserbu Geng Motor, 60 Jemaah Raib Diculik

Modus Baru, Penipu di Kamboja Jual Jasa 'Anti-Banned' untuk Kuras Data Medsos

Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.