Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menunggu Lobi TVRI untuk Menyiarkan Piala Dunia 2026

📅 Minggu, 09 Nov 2025, 13:38 WIB | Oleh:
Menunggu Lobi TVRI untuk Menyiarkan Piala Dunia 2026 Doc: ist
Ket. masih ditunggu kiprahnya di piala dunia

JAKARTA – Masyarakat Indonesia tentu sangat menunggu ada stasiun televisi negeri ini yang mampu membeli hak siar, sehingga rakyat dapat menikmati Piala Dunai 2026. Saat ini Televisi Republik Indonesia (TVRI) masih berjuang untuk dapat memiliki hak siar tersebut. TVRI akan menorehkan sejarah terbaik sepanjang masa jika menyiarkan Piala Dunia 2026 dan dinikmati secara gratis oleh masyarakat. Hal itu disampaikan pengamat kebijakan publik dari Institute Development of Policy And Local Partnership (IDP-LP), Riko Noviantoro dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

"Jika TVRI benar akan menyiarkan Piala Dunia 2026 dan dapat dinikmati secara gratis oleh publik, maka televisi milik pemerintah ini akan mencatatkan sejarah terbaik," katanya. Riko menjelaskan, hal tersebut karena selama ini hak siar momen-momen besar seperti Piala Dunia selalu didominasi televisi-televisi raksasa yang memiliki anggaran besar.

Kalau TVRI dapat memiliki hak siar Piala Dunia 2026 dan dinikmati secara gratis oleh masyarakat, maka ini luar biasa," katanya. Sebagai gambaran harga hak siar Piala Dunia itu sangat besar, seperti The Sports Authority of Thailand yang membayar 33 juta dolar Amerika (sekitar 518,1 miliar) untuk lisensi hak siar 64 pertandingan Piala Dunia 2022 di Thailand.

"Sementara di Indonesia, Emtek/SCM kabarnya mengeluarkan Rp636 miliar untuk memperoleh paket hak siar Piala Dunia tahun 2022," katanya. Riko memaparkan, jika TVRI berhasil memperoleh hak siar Piala Dunia 2026, maka ini langkah yang sangat bagus dan luar biasa.

TVRI ini sebagai lembaga penyiaran publik dan dibiayai APBN sangat layak memberikan program tayangan atau tontonan terbaiknya untuk masyarakat. Hal ini patut diapresiasi karena animo masyarakat tentu sangat besar dalam menantikan Piala Dunia 2026. "Dan ini akan menaikkan pamor TVRI untuk menuju televisi kelas dunia," katanya.

Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI, Iman Brotoseno menyebutkan, pihaknya akan memberikan tayangan terbaiknya untuk masyarakat. Anggota Komisi VII DPR Hendry Munief menyambut baik rencana penugasan LPP TVRI untuk menjadi pemegang hak siar Piala Dunia 2026 sehingga masyarakat dapat menikmatinya secara gratis

Dia mendukung TVRI sebagai televisi publik untuk dapat menyediakan tontonan olahraga sepak bola bergengsi bagi masyarakat luas. Dukungan ini sejalan dengan aspirasi agar rakyat mendapatkan akses gratis terhadap pertandingan tim nasional. "Piala Dunia ini ajang bergengsi, selalu ditunggu masyarakat. Dengan izin siar Piala Dunia dipegang TVRI kita harapkan masyarakat dapat 'nonton bareng' (nobar) tanpa dibayangi izin hak siar," kata Hendry Munief dalam keterangannya diterima di Pekanbaru, Selasa (30/9).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.