Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kakao hingga Kimia: Sektor Nonmigas Jadi Mesin Baru Ekspor RI

📅 Rabu, 05 Nov 2025, 18:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kakao hingga Kimia: Sektor Nonmigas Jadi Mesin Baru Ekspor RI Doc: ANTARA/ Siswowidodo
Ket. Petani memilah biji kakao di Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat bahwa kinerja ekspor Indonesia pada Januari–September 2025 mengalami pertumbuhan positif, terutama ditopang oleh sektor nonmigas.

Komoditas seperti kakao dan produk olahannya, aluminium, serta produk kimia menjadi pendorong utama peningkatan ekspor di tengah perlambatan permintaan global.

Capaian ini menunjukkan adanya diversifikasi basis ekspor nasional menuju produk bernilai tambah lebih tinggi, sekaligus menegaskan ketahanan sektor nonmigas sebagai penopang utama surplus perdagangan Indonesia.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan total ekspor Indonesia pada periode Januari-September 2025 tercatat 209,80 miliar dolar AS atau tumbuh 8,14 persen dibanding dengan periode yang sama pada 2024. Peningkatan ekspor tersebut ditopang oleh ekspor nonmigas sebesar 9,57 persen secara kumulatif, menjadi 199,77 miliar dolar AS.

"Tiga komoditas nonmigas utama dengan pertumbuhan ekspor tertinggi, yakni kakao dan olahannya yang naik hingga 68,75 persen; aluminium dan barang daripadanya naik 68,22 persen; serta berbagai produk kimia naik 51,08 persen," ujar Budi melalui keterangan di Jakarta, Rabu (5/11).

Budi memaparkan sektor industri pengolahan mendominasi ekspor dengan kontribusi 80 persen, disusul pertambangan dan lainnya (12,74 persen); migas (4,78 persen); serta pertanian (2,48 persen).

Secara kumulatif, ekspor pertanian naik tertinggi sebesar 34,33 persen secara kumulatif. Ekspor industri pengolahan juga naik sebesar 17,02 persen, namun sektor pertambangan dan lainnya turun 23,70 persen serta migas turun 14,09 persen secara kumulatif.

"Penurunan ekspor sektor pertambangan dan lainnya disebabkan oleh tren penurunan harga batu bara di pasar global," terang Budi.

Lebih lanjut, Tiongkok, Amerika Serikat dan India masih menjadi pasar utama ekspor nonmigas dengan nilai total ketiga negara tersebut sebesar 83,52 miliar dolar AS, atau 41,81 persen dari total ekspor nonmigas nasional pada Januari-September 2025.

Sementara itu, negara tujuan ekspor dengan peningkatan tertinggi secara kumulatif antara lain Swiss dengan 228,88 persen; Bangladesh (41,98 persen); dan Singapura (36,81 persen).

Berdasarkan kawasannya, ekspor ke Afrika Barat mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 74,53 persen, diikuti Asia Tengah sebesar 60,17 persen dan Eropa Barat sebesar 52,40 persen.

Pada September 2025, total ekspor Indonesia mencapai 24,68 miliar atau turun 1,14 persen dibanding Agustus 2025. Namun, nilai ini naik 11,41 persen dibanding September 2024.

Kenaikan secara tahunan terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang naik 12,79 persen meskipun ekspor migas tercatat turun 13,61 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Kemenperin Dorong Gen Z Kembangkan Industri Batik

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.