Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekspektasi Terhadap Perbaikan Ekonomi ke Depan Mulai Menguat

📅 Selasa, 04 Nov 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ekspektasi Terhadap Perbaikan Ekonomi ke Depan Mulai Menguat Doc: antara
Ket. Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Purbaya Yudhi Sadewa dalam konprensi pers KSSK di Jakarta, Senin (3/11) mengatakan stabilitas sistem keuangan pada kuartal III-2025 tetap terjaga.

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO)) bisa meningkatkan risiko finansial dan ketidakcukupan pangan.

JAKARTA - Stabilitas sistem keuangan Indonesia tetap terjaga dan stabil pada kuartal III-2025, sehingga mendukung untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi meskipun terus mewaspadai berbagai risiko dari global.

Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Purbaya Yudhi Sadewa dalam konprensi pers KSSK di Jakarta, Senin (3/11) mengatakan stabilitas sistem keuangan pada kuartal III-2025 tetap terjaga.

Dari domestik, Purbaya mengatakan sektor keuangan mampu menjaga kinerja konsumsi tetap kuat. Hal itu juga diiringi oleh perbaikan keyakinan konsumen terhadap kinerja pemerintah dan perekonomian yang terus membaik.

Penempatan kas pemerintah sebesar 200 triliun rupiah kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) katanya mampu meningkatkan likuiditas perekonomian, tercermin dari pertumbuhan uang primer (M0) sebesar 13,2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dan uang beredar dalam arti luas (M2) sebesar 8 persen (yoy) per September 2025.

Sedangkan dari faktor eksternal khususnya global, pertumbuhan ekonomi dunia masih terdampak oleh tarif impor Amerika Serikat (AS) yang menyebabkan ketidakpastian tetap tinggi. Meski begitu, ekspektasi terhadap perbaikan ekonomi ke depan mulai menguat.

Di AS, aktivitas ekonomi masih lemah berdampak pada berlanjutnya pasar tenaga kerja, yang memicu penurunan Fed Fund Rate (FFR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi kisaran 3,75 persen hingga 4 persen.

Sementara Eropa, Jepang, Tiongkok dan India masih terlihat melemah seiring dengan konsumsi rumah tangga yang lesu. Namun demikian, Dana Moneter Internasional (IMF) telah merevisi naik pertumbuhan ekonomi global dari 3 persen menjadi 3,2 persen pada proyeksi terbaru di Oktober 2025.

Dengan mempertimbangkan hal itu, rapat KSSK menilai penguatan kewaspadaan terhadap berbagai risiko tetap akan terus dilakukan dan disertai respons kebijakan yang efektif.

Rapat KSSK pada Jumat (31/10) menyepakati upaya bersama untuk terus memperkuat sinergi dan koordinasi kebijakan antarlembaga anggota KSSK, yakni Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Sinergi juga akan dijalin erat bersama kementerian/lembaga lain dengan tujuan memastikan stabilitas sistem keuangan terus terjaga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Relatif Stagnan

Pakar ekonomi dari Universitas Wijaya Kusuma, Surabaya, Ermatry Hariani, yang diminta tanggapannya mengatakan, pernyataan Menkeu memang beralasan karena didukung sejumlah faktor di lapangan seperti pertumbuhan dan tingkat inflasi yang terkendali, serta kinerja perbankan yang stabil.

“Pernyataan pak Purbaya cukup beralasan karena meskipun pertumbuhan ekonomi global relatif stagnan, kita masih mampu menjaga pertumbuhan ekonomi yang positif, dan tingkat inflasi yang relatif terkendali. Inflasi kita berada di dalam kisaran antara 2,5 persen. Hal itu membantu stabilitas harga dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan.

Selain itu perbankan juga menunjukkan kinerja yang stabil dengan pertumbuhan kredit yang positif dan rasio non-performing loan (NPL) yang relatif rendah. Dengan didukung kebijakan makroprudensial BI yang luwes, maka hal itu akan mendorong intermediasi perbankan dan pertumbuhan sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Ekonomi
RI Dorong ASEAN Tancap Gas ...
Advertisement
Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil

Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.