Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cirebon Siaga! BPBD Umumkan Status Darurat hingga Maret 2026, Cuaca Ekstrem Mengancam

📅 Senin, 03 Nov 2025, 18:06 WIB | Oleh:
Cirebon Siaga! BPBD Umumkan Status Darurat hingga Maret 2026, Cuaca Ekstrem Mengancam Doc: ANTARA/Fathnur Rohman
Ket. Warga saat menunjukkan kondisi cuaca mendung di Kota Cirebon, Jawa Barat, Senin (3/11).

CIREBON - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon, Jawa Barat, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem setelah pemerintah menetapkan status siaga darurat hingga Maret 2026. Sejumlah langkah mitigasi, mulai dari edukasi masyarakat hingga persiapan sarana evakuasi, terus dimatangkan untuk mengurangi risiko bencana saat puncak musim hujan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Cirebon Andi Wibowo di Cirebon, Senin, mengatakan salah satu kegiatan prioritas saat ini adalah mengedukasi masyarakat untuk berpartisipasi dalam mengurangi risiko kejadian saat cuaca ekstrem.

“Kegiatan edukasi ini sudah dirutinkan sekarang, melalui program satuan pendidikan aman bencana di tingkat sekolah,” katanya.

Tidak hanya di sekolah, kata dia, masyarakat saat ini mulai dibina melalui kelurahan dan kecamatan tangguh bencana di Kota Cirebon untuk menghadapi situasi darurat.

Andi menegaskan status siaga darurat bukan tanda bahaya, melainkan peringatan dini menghadapi potensi cuaca ekstrem.

“Siaga darurat berbeda dengan tanggap bencana karena fokusnya pada kesiapan sarana, sumber daya manusia (SDM), dan edukasi masyarakat,” katanya.

Dalam status ini, BPBD Kota Cirebon telah mematangkan rencana evakuasi, lokasi pengungsian, serta kebutuhan dasar warga untuk mengurangi risiko selama cuaca ekstrem.

Menurut dia, prinsip utama siaga darurat di Kota Cirebon adalah meminimalkan dampak dan memastikan masyarakat tetap aman selama musim hujan.

Lebih lanjut, ia mengatakan penetapan siaga darurat ini menindaklanjuti Keputusan Gubernur Jawa Barat mengenai kewaspadaan menghadapi bencana hidrometeorologi.

“Langkah ini menjadi dasar seluruh unsur pemerintah daerah, salah satunya Kota Cirebon meningkatkan kesiapsiagaan lapangan,” katanya.

Sejauh ini, Andi menuturkan sarana prasarana seperti perahu karet, alat komunikasi, dan posko siaga juga telah disiapkan di titik rawan.

Dia menyampaikan berdasarkan prakiraan BMKG, puncak musim hujan terjadi Desember 2025 hingga Januari 2026 sehingga antisipasi dilakukan lebih awal.

Selain itu, Andi mengatakan dari pemetaan yang dilakukan BPBD tercatat bahwa wilayah Lemahwungkuk, Pekalipan, dan Harjamukti menjadi titik rawan banjir, sedangkan Argasunya perlu waspada longsor.

BPBD Kota Cirebon mengimbau warga di daerahnya, untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai sebagai upaya pencegahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.