BPIP Perkuat Pemahaman Ideologi Pancasila Mahasiswa IAIN Kendari

Senin, 03 Nov 2025, 15:45 WIB

Kendari -- Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia memperkuat pemahaman nilai-nilai dasar bangsa melalui pembinaan ideologi Pancasila pada mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kepala BPIP RI Yudian Wahyudi saat ditemui di Kendari, Senin, mengatakan bahwa pancasila sebagai ideologi dan pemersatu bangsa harus diaplikasikan kepada semua warga negara Indonesia agar Pancasila bukan sekadar simbol negara atau dokumen sejarah, tetapi diaktualisasikan dalam kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Ket. Foto: Kepala BPIP RI Yudian Wahyudi saat memberikan pembinaan ideologi pancasila ke mahasiswa IAIN Kendari, Sulawesi Tenggara (3/11). — Sumber: ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra

"Jadi, kegiatan pembinaan ideologi Pancasila itu tidak hanya jargon, tidak hanya hafalan saja, tetapi diaktualisasikan dalam kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara," katanya.

Ia menjelaskan bahwa Pancasila lahir dari rahim sejarah, digali dari nilai-nilai luhur nusantara, dan disepakati sebagai dasar negara yang menyatukan ribuan pulau, ratusan suku, bahasa, serta beragam agama dan budaya.

Keberagaman itu bukan ancaman, tetapi kekayaan yang memerlukan perekat yang kuat. "Dan perekat itu adalah Pancasila," imbuh Yudian.

Di tempat sama, Deputi Bidang Hubungan Antar-Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP RI Prakoso menyatakan bahwa pembinaan ideologi Pancasila di IAIN Kendari yang mengangkat tema "Pancasila Sebagai Ideologi Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Raya" diikuti sekitar 800 mahasiswa.

"Harapan kami, Pancasila negara Indonesia itu adalah sila kesepakatan, jangan sampai dipecah bela, dirongrong oleh negara lain, atau bentuk ajaran-ajaran negara lain yang tidak sesuai dengan Pancasila, apalagi sekarang di era digital," ujarnya.

Menurut Prakoso, Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi juga sebagai jiwa dan falsafah nafas hidup Indonesia.

Sejak digali oleh para pendiri bangsa, Pancasila telah menjadi ideologi pemersatu dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, yang memiliki ribuan jumlah pulau.

"Pancasila itu nilai-nilainya yang menjadi kesepakatan kita dan itu yang mempersatukan kita. Pancasila menyatukan perbedaan menjadi kekuatan, mengubah keberagaman menjadi harmoni, dan menuntun langkah kita dalam membangun bangsa negara kesatuan Republik Indonesia," jelasnya.

BPIP berkomitmen untuk terus memperkuat pembudayaan Pancasila melalui kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan, termasuk perguruan tinggi keagamaan, seperti IAIN Kendari.

"Sebab kampus memiliki kekuatan dan moral dan intelektual untuk menjaga api ideologi Pancasila tetap menyala di hati generasi muda," katanya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

Berita Terbaru

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.