Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Skandal Taruhan Guncang Sepak Bola Turki: 149 Wasit Diskors

📅 Minggu, 02 Nov 2025, 09:32 WIB | Oleh:
Skandal Taruhan Guncang Sepak Bola Turki: 149 Wasit Diskors Doc: AFP
Ket. Presiden TFF, Ibrahim Haciosmanoglu.

ISTANBUL, TURKI - Sepak bola Turki kembali diguncang skandal besar. Federasi Sepak Bola Turki (TFF) pada hari Sabtu (1/11) resmi menangguhkan 149 wasit yang terbukti atau diduga terlibat dalam aktivitas taruhan pertandingan.

Dalam pernyataannya, TFF mengungkapkan bahwa Komite Disiplin telah menjatuhkan sanksi skorsing antara delapan hingga dua belas bulan, sementara penyelidikan terhadap tiga wasit lainnya masih berlangsung.

Kasus ini mencuat setelah investigasi internal TFF terhadap 571 wasit di seluruh liga profesional Turki menemukan bahwa 371 orang memiliki akun taruhan olahraga, dan 152 di antaranya aktif bertaruh.

“Profesi wasit adalah profesi yang penuh kehormatan,” tegas Presiden TFF, Ibrahim Haciosmanoglu, dalam konferensi pers pada hari Kamis lalu.

“Siapa pun yang menodai kehormatan itu tidak akan pernah lagi terlibat dalam sepak bola Turki.”

Dari ratusan nama yang diperiksa, 22 di antaranya merupakan ofisial di level tertinggi,terdiri dari 7 wasit utama dan 15 asisten wasit yang bertugas di Süper Lig, kasta tertinggi sepak bola Turki.

Temuan investigasi juga mengejutkan: 10 wasit diketahui melakukan lebih dari 10.000 taruhan, dengan satu di antaranya mencatat 18.227 kali bertaruh. Selain itu, 42 wasit lainnya diketahui menempatkan taruhan pada lebih dari 1.000 pertandingan sepak bola.

Meski demikian, Haciosmanoglu belum mengonfirmasi apakah ada di antara para wasit tersebut yang bertaruh pada pertandingan yang mereka sendiri pimpin.

Kasus ini kini turut diselidiki oleh Kejaksaan Istanbul, yang membuka penyelidikan pidana terpisah untuk mengusut kemungkinan adanya tindak pelanggaran hukum di balik aktivitas taruhan tersebut.

Skandal ini menjadi tamparan keras bagi integritas sepak bola Turki, yang dalam beberapa tahun terakhir berusaha memperbaiki reputasi kompetisinya di mata publik. Kepercayaan terhadap kepemimpinan wasit kini dipertaruhkan,dan TFF berjanji tidak akan memberi toleransi sekecil apa pun terhadap pelanggaran serupa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
3.000 Agen Perlinsos Siap B...
Daerah
Skabies Menyerang Warga Bin...

Gempa Bumi M6.1 Guncang Sumba Barat Daya, NTT

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Daerah
Gempa Bumi M6.1 Guncang Sum...
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.