Gubernur Jateng Dorong Festival Mangga Pemalang Jadi Agenda Tahunan, Potensi Ekonominya Cukup Besar
Minggu, 02 Nov 2025, 23:20 WIBPEMALANG â Acara tahunan menarik pengunjung dan wisatawan, baik dari daerah lain maupun mancanegara. Peningkatan jumlah pengunjung ini mendorong pertumbuhan bisnis lokal, seperti hotel, restoran, toko suvenir, dan usaha kecil lainnya, yang pada gilirannya menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Pemerintah daerah juga merasakan manfaat melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak dan retribusi.
Festival dan kegiatan tahunan yang dikelola dengan baik dapat menjadi daya tarik wisata yang efektif dan unik, membantu mempromosikan daerah tersebut ke mata dunia. Hal ini membangun citra positif daerah sebagai destinasi yang kaya akan budaya dan keramahan.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi minta agar gelaran Festival Mangga Pemalang Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang menjadi kegiatan tahunan karena dinilai mampu menumbuhkan ekonomi kreatif serta mengangkat produk dan budaya lokal hingga ke dunia internasional.
"Ini mampu menggerakkan ekonomi kreatif sehingga masyarakat bisa membuat pekerjaan untuk diri sendiri dan orang lain," katanya di Pemalang, Sabtu (1/11).
Ia mengapresiasi Pemerintah Desa Penggarit dan Pemerintah Kabupaten Pemalang yang sudah menjadi pelopor dalam menggerakkan ekonomi masyarakat berbasis desa khususnya melalui budidaya bibit dan sentra produksi Mangga Istana.
Apalagi, kata dia, mangga tersebut tak hanya bisa dimanfaatkan buahnya secara langsung tetapi juga bisa diproduksi menjadi makanan olahan.
Sebagai informasi, selain menggerakkan ekonomi masyarakat, Festival Mangga Pemalang menjadi daya tarik warga karena ada nilai budaya dan tradisi yang ditonjolkan.
Rangkaian festival ini diisi dengan arak-arakan pengantin mangga yaitu mangga Wirasangka (pengantin pria) dan mangga Arumanis (pengantin wanita).
Dua sosok pengantin itu menyimbolkan asal mula Mangga Istana yang merupakan hasil persilangan antara mangga Arumanis dan mangga Wirasangka.
Menurut dia, nama Istana disematkan karena pernah dihadiahkan ke Istana Kepresidenan dan menjadi mangga kesukaan Presiden RI.
"Ini budaya dan kearifan lokal yang harus dijaga dan dikembangkan. Kami juga berharap Festival Mangga Pemalang dapat diselenggarakan setahun sekali bukan tiap dua tahun seperti yang sudah berlangsung saat ini," kata Gubernur.
Mantan Kapolda Jateng ini mengatakan Pemprov akan mendukung kegiatan festival tersebut agar hal itu dapat terwujud.
Selain itu, kata dia, pihaknya mendorong agar apa yang sudah dilakukan oleh Desa Penggarit dapat direplikasi di daerah lain dengan menyesuaikan potensi wilayah dan kearifan lokal masing-masing.
"Jika seluruh desa atau daerah dapat mengembangkan potensi wilayah, budaya, dan ekonomi, maka kesejahteraan masyarakat di Jawa Tengah naik," katanya.
Kepala Desa Penggarit Imam Wibowo mengatakan pada tahun ini merupakan penyelenggaraan Festival Mangga yang ketiga.
Kegiatan itu, kata dia, dilatarbelakangi oleh harga jual mangga yang murah saat musim panen tetapi dengan adanya festival tersebut dapat meningkatkan transaksi mangga dari petani mangga di desanya.
"Pada Festival Mangga 2022 transaksi mencapai Rp1,5 miliar dalam dua hari. Kami berharap pada festival tahun ini bisa jauh lebih tinggi sehingga bisa menjadikan petani mangga lebih sejahtera," katanya.
- Festival Mangga Pemalang
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.