• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Sang Penjaga Pesisir Selat...

Sang Penjaga Pesisir Selatan Trenggalek

Jumat, 31 Okt 2025, 07:24 WIB

KABUPATEN Trenggalek dikenal memiliki pantai-pantai berupa teluk dengan karakter beragam. Tidak hanya pantai berpasir putih dengan pemandangan tebing karang, tetapi juga pantai yang ditumbuhi hutan mangrove yang rimbun.

Salah satu destinasi tersebut adalah Hutan Mangrove Pancer Cengkrong, yang membentang di sepanjang muara Sungai Cengkrong hingga ke tepi laut menciptakan lanskap unik: perpaduan antara rimba hijau mangrove, air payau, dan cakrawala biru Samudra Hindia.

Ket. Foto: Wisatawan menikmati keindahan panorama wistaa Pantai Kuyon, Panggil, Trenggalek. — Sumber: ANTARA/Destyan Handri Sujarwoko

Nama “Pancer Cengkrong” berasal dari dua kata: pancer, berarti muara atau pertemuan sungai dan laut, serta cengkrong, nama sungai yang mengalir di kawasan itu.

Keberadaan hutan mangrove ini tidak muncul secara alami. Sekitar tahun 2010, masyarakat setempat secara swadaya mulai menanam mangrove untuk mengatasi ancaman abrasi pantai. Bersama Pokdarwis Kejung Samodra dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), mereka melakukan rehabilitasi besar-besaran.
Hasil jerih payah itu kini terlihat nyata: kawasan hijau yang teduh dan lestari.

Kini, Hutan Mangrove Pancer Cengkrong menjadi salah satu kawasan mangrove terbaik di Jawa Timur, berfungsi ekologis sekaligus menjadi objek wisata edukatif dan konservatif.

Akses menuju lokasi dapat dimulai dari Pantai Prigi (Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi). Dari sana, perjalanan dilanjutkan ke arah barat sejauh ±3 km. Tiket masuk hanya Rp5.000 dengan parkir Rp2.000 untuk kendaraan roda dua.

Di dalam kawasan ini tumbuh berbagai jenis mangrove, antara lain Rhizophora mucronata (bakau merah), Avicennia marina (api-api), Sonneratia alba (pidada), dan Bruguiera gymnorrhiza (tancang). Akar tunjang tinggi yang mencengkeram lumpur menciptakan pemandangan yang menawan.

Kawasan ini juga menjadi habitat bagi berbagai satwa, seperti burung kuntul, cangak, raja udang, elang laut, kepiting bakau (Scylla serrata), udang, ikan kecil, dan moluska.

Hutan ini terus berkembang dan menjadi tujuan wisata edukatif bagi pelajar maupun masyarakat umum. Pengunjung dapat berjalan di atas jembatan kayu lengkung sepanjang 800 meter yang berliku mengikuti alur Sungai Cengkrong tanpa merusak ekosistem.

Di ujung jembatan terdapat menara pandang setinggi 10 meter. Dari atasnya, terbentang panorama muara sungai, hutan hijau, dan deburan ombak Samudra Hindia di kejauhan, spot favorit untuk menyaksikan sunrise dan sunset.

Sebagai destinasi ekowisata, Hutan Mangrove Pancer Cengkrong terbuka untuk masyarakat umum yang ingin mengenal lebih jauh tentang ekosistem mangrove, kekayaan alam yang masih jarang dijumpai di pesisir selatan ­Pulau Jawa. Tempat ini buka setiap hari pukul 07.00–21.00 WIB. hay

  • Pantai Kuyon

Redaktur: Haryo Brono

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Besar Daerah di Wilayah Indonesia Cerah hingga Berawan Tebal

Jangan Biarkan Karhutla Meluas! KSP Minta Penanganan Cepat dan Tegas

NBA Rilis Jadwal Musim 2026-27, Laga Ulangan Final dan Reuni Para Bintang Jadi Sorotan

BMKG Beberkan Cuaca Hari Ini, Mayoritas Wilayah Diprediksi Cerah hingga Berawan

Butter Baby Hadirkan Klepon Donut, Jajanan Tradisional Indonesia dalam Semangat Kemerdekaan.

Calon Penumpang Tak Sabara Tunggu Operasi LRT dari Kelapa Gading ke Manggarai Mulai Besok

Manchester United Bersaing dengan Aston Villa dan Benfica untuk Boyong Alejandro Balde

Utang Whoosh Rp116 Triliun Disorot, Pemerintah Diminta Uji Risiko APBN

Busyet… 150 Roda Dua Dikandangkan dari Balap Liar di Jambi

Pelatih Mengeklaim, Tim Panahan Masih Bisa Bersaing di Asian Games Jepang

Jaga Elang Jawa, PGE Raih Penghargaan dari Kementerian Kehutanan di HKAN 2026.

Asean Mulai Kerepotan dengan Asap Eksporan Indonesia, tapi Rikuh

Kabut Asap Karhutla Jadi Pembunuh Diam-Diam, Pakar Ungkap Bahayanya

Liverpool Didesak Datangkan Gelandang Bertahan, Ini Jawaban Iraola

Asap Karhutla Makin Pekat, Penderita Asma Diminta Waspadai Serangan Akut

Misteri Ketidakhadiran Menhut dan Menteri LH di Rakor Karhutla Akhirnya Terjawab, Simak Alasannya

Liga Inggris, Fulham Tak Mampu Menyamai Chelsea

Kemnaker Paparkan Langkah Konkret Indonesia Hadapi Perubahan Dunia Kerja di Forum ASEAN

Fiorentina Tanpa Ampun Dibantai AS Roma 0-4

Karhutla Jadi Ancaman Serius, Menteri LH Minta Warga Waspada dan Patuhi Pemda

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.