Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Awas, Musim Pancaroba Turunkan Imun, Dokter Ungkap Penyebabnya

📅 Jumat, 31 Okt 2025, 18:14 WIB | Oleh:
Awas, Musim Pancaroba Turunkan Imun, Dokter Ungkap Penyebabnya Doc: ANTARA/Pexels-Cottonbro Studio
Ket. Ilustrasi anak sakit.

JAKARTA - Dokter spesialis anak Dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med Sc, Sp.A menjelaskan bahwa musim pancaroba dapat menurunkan daya tahan tubuh karena tubuh harus beradaptasi dengan perubahan cuaca yang ekstrem. Kondisi ini membuat produksi antibodi menurun dan virus lebih mudah menyebar di lingkungan.

Menurut dia, anak-anak hingga dewasa rentan menderita sakit lantaran pada musim pancaroba terjadi perubahan cuaca yang terlalu ekstrem.

“Di musim pancaroba gini rata-rata daya tahan tubuh seseorang itu akan berkurang, karena tadi tubuh itu sedang berfokus untuk beradaptasi terhadap perubahan cuaca yang terlalu ekstrem,” kata dokter Ian, dalam acara diskusi kesehatan di Jakarta, Jumat.

Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta itu mengatakan saat musim pancaroba terjadi perubahan cuaca terlalu ekstrem dan suhu turut mengalami perubahan tekanan.

Kondisi ini, lanjut Ian, membuat tubuh turut merespons beradaptasi dengan di dalamnya terjadi serangkaian perubahan metabolisme yang bisa berdampak mengalami stres.

“Karena tubuh kita stres, tubuh itu tidak mampu menghasilkan antibodi yang cukup. Karena harusnya kita menghasilkan antibodi yang cukup, tapi tubuh kita tuh malah berubah enggak terlalu fokus menghasilkan daya tahan tubuh lagi, jadi berkurang,” tutur dia.

Dokter yang berpraktik di Tzu Chi Hospital itu menambahkan pada saat musim pancaroba terjadi perubahan tekanan udara jadi lebih tinggi atau terlalu ekstrem yang membuat virus lebih cepat menyebar.

Menurut dia, biasanya virus-virus dan bakteri cenderung mengendap di dekat permukaan tanah sehingga lebih mudah terhirup oleh manusia.

“Dengan perubahan tadi anginnya jadi cepat berhembus, itu lebih mudah lagi untuk menyebarkan kuman-kuman lebih gampang ter-transfer. Jadi serangkaian perubahan cuaca ini menyebabkan virus atau kuman lebih mudah menyebar,” ujar dia.

Lebih lanjut, dokter Ian menambahkan saat musim pancaroba pentingnya menjaga daya tahan tubuh dengan melakukan perilaku hidup bersih sehat, seperti memakai masker, rajin cuci tangan, serta mengonsumsi makanan yang bergizi.

“Banyak makan vitamin, vitamin C, vitamin D, sama Zinc itu meningkatkan daya tahan tubuh juga, ke mana-mana boleh pakai masker, kalau batuk atau pilek sudah ganggu banget kalau bisa cuti jangan ke sekolah atau kerja dulu,” jelas dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Rona
Film Dokumenter Lisa Blackp...
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.