MKD DPR RI Setuju Tindak Lanjuti Penonaktifan Adies Kadir, Sahroni, Nafa Urbach, Eko Patrio, dan Uya Kuya
Kamis, 30 Okt 2025, 18:45 WIBJAKARTA - Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI menyatakan perkara lima anggota DPR RI nonaktif disetujui untuk ditindaklanjuti karena telah memenuhi ketentuan tata beracara MKD.
Ketua MKD DPR RI Nazaruddin Dek Gam mengatakan lima anggota DPR RI nonaktif yang berperkara itu, yakni Adies Kadir, Ahmad Sahroni, Nafa Urbach, Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio, dan Surya Utama alias Uya Kuya.
âMenyetujui penanganan lanjutan terhadap beberapa Anggota DPR RI berstatus nonaktif," kata Dek Gam kepada wartawan di Jakarta, Kamis (30/10).
Dia menyampaikan keputusan itu diambil dalam rapat Internal pada Rabu (29/10) yang berlangsung tertutup dan dihadiri empat dari lima unsur pimpinan, delapan anggota MKD, serta Sekretariat dan Tenaga Ahli MKD.
Rapat itu membahas perkembangan perkara pengaduan yang masuk ke MKD DPR RI tersebut serta surat-surat resmi dari pihak terkait yang memerlukan tindak lanjut.
Dia pun memastikan MKD akan terus menjalankan tugas konstitusionalnya secara profesional, independen, dan berpedoman pada prinsip-prinsip penegakan etik dalam menjaga marwah dan kehormatan lembaga legislatif.
Sebelumnya, sejumlah partai politik memutuskan untuk menonaktifkan kadernya yang menjadi anggota DPR RI karena menuai sorotan publik yang juga terkait adanya aksi demonstrasi besar-besaran pada akhir Agustus 2025.
Sejumlah anggota DPR RI yang dinonaktifkan itu adalah Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni, serta Nafa Urbach, Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio, dan Surya Utama alias Uya Kuya (ketiganya anggota).
Tetap Anggota DPR
Adapun terkait Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, MKD DPR menyatakan tetap merupakan Anggota DPR RI periode 2024-2029, sehingga statusnya tidak nonaktif. âMKD DPR RI memutuskan bahwa Saudari Rahayu Saraswati tetap sebagai Anggota DPR RI periode 2024-2029," katanya Dek Gam.
Adapun keputusan itu dilakukan guna menindaklanjuti surat Majelis Kehormatan Partai Gerindra Nomor 10-043/B/MK-GERINDRA/2025 tertanggal 16 Oktober 2025 perihal surat keterangan terkait keanggotaan Saudari Rahayu Saraswati.
Dia menjelaskan bahwa keputusan itu diambil setelah MKD DPR RI melakukan pembahasan dan mempertimbangkan aspek hukum, ketentuan tata beracara MKD. Selain itu, dia mengatakan MKD DPR RI juga memutuskan hal itu berdasarkan putusan Majelis Kehormatan Partai Gerindra.
Menurut dia, MKD akan terus menjalankan tugas konstitusionalnya secara profesional, independen, dan berpedoman pada prinsip-prinsip penegakan etik dalam menjaga marwah dan kehormatan lembaga legislatif.
Sebelumnya pada Rabu (10/9), Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menyatakan mundur sebagai Anggota DPR RI karena memahami ada ungkapannya beberapa waktu lalu yang dinilai menyakiti banyak pihak.
Dia pun memohon maaf sebesar-besarnya atas ucapan dan kesalahannya tersebut. Kemudian Fraksi Partai Gerindra sebagai anggota DPR RI pun menonaktifkan keponakan Presiden Prabowo Subianto itu setelah menyatakan mengundurkan diri.
- uya kuya
- Eko Patrio
- MKD DPR
- Sahroni
- Nafa Urbach
- Setuju Penonaktifan
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Wow! Pabrik Baterai EV Akan Dibangun di Karawang, Kapasitasnya bisa untuk 300 Ribu Mobil
-
DKP Papua Fokus Kembangkan Ekonomi Biru pada Renstra 2025-2029
-
Terungkap! 8 Fakta Mengejutkan di Balik Isu Video 7 Menit Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach, Benarkah Ada di Flashdisk Misterius?
-
Jaga Reputasi Ekspor, Barantin Gagalkan Praktik Curang Sarang Burung Walet
-
Daftar 5 Anggota DPR Dicopot: Joget di Sidang hingga Ucapan Menyakiti Rakyat, Partai Politik Ikut Panik!
-
PSG Memulai Misi Pertahankan Gelar Ligue 1
-
NasDem Pecat Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach sebagai Anggota DPR RI
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.