Bulog Diminta Jangan Terlalu Lama Simpan Beras
Kamis, 30 Okt 2025, 17:34 WIBGIANYAR â Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyambut positif arahan Komisi IV DPR RI yang meminta Perum Bulog untuk memastikan perputaran stok beras di gudang guna menjaga mutu beras yang disalurkan kepada masyarakat. Langkah ini dinilai sejalan dengan kebijakan Bapanas dalam memastikan kualitas cadangan beras pemerintah (CBP) selalu terjaga.
Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional, Sarwo Edhy, menyampaikan bahwa perhatian DPR RI, khususnya Ketua Komisi IV Titiek Soeharto, menjadi dorongan penting bagi seluruh pihak di ekosistem pangan untuk terus memperbaiki tata kelola logistik dan distribusi pangan.
âArahan Ibu Titiek agar stok beras tidak terlalu lama disimpan merupakan masukan yang konstruktif dan selaras dengan upaya Bapanas menjaga kualitas beras secara nasional. Perputaran stok maksimal enam bulan adalah langkah ideal agar masyarakat menerima beras dalam kondisi terbaik,â ujar Sarwo Edhy saat mendampingi Kunker Komisi IV DPR RI di Gianyar, Bali, Rabu (29/10/).
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, dalam kunjungan kerja reses di Gudang Bulog Batubulan, Gianyar, menekankan pentingnya menjaga mutu beras agar masyarakat tetap memperoleh beras layak konsumsi. Ia juga mengapresiasi kinerja Bulog yang mampu menjaga ketersediaan stok hingga mencapai level aman nasional.
âKami ingin agar pencapaian stok beras nasional yang tinggi ini juga dibarengi dengan kualitas yang baik. Beras yang sudah lama disimpan sebaiknya segera disalurkan, sementara yang mutunya menurun bisa dicampur dengan beras berkualitas lebih baik agar tetap layak untuk program bantuan,â ujar Titiek.
Lebih lanjut, Sarwo menegaskan bahwa Bapanas terus memperkuat koordinasi dengan Perum Bulog dalam mempercepat penyaluran beras, baik melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) maupun bantuan pangan. Menurutnya, langkah Bulog memperluas saluran distribusi hingga ke berbagai kementerian, lembaga, koperasi, dan pemerintah daerah merupakan bukti nyata dari sinergi antara pemerintah pusat dan BUMN pangan dalam menjaga keseimbangan stok dan harga di lapangan.
âKami mengapresiasi upaya Bulog yang terus meningkatkan penyaluran SPHP, termasuk mendukung program prioritas nasional seperti makan bergizi gratis (MBG). Sinergi ini tidak hanya menjaga stabilitas harga, tetapi juga membantu memperlancar sirkulasi stok di gudang agar dapat menyerap hasil panen petani di tahun mendatang,â tambahnya.
Manajemen Stok
Bapanas mencatat, per 27 Oktober 2025 stok beras nasional yang dikelola Bulog mencapai 3,9 juta ton, mendekati rekor tertinggi sepanjang sejarah sebesar 4,2 juta ton pada Juni 2025. Sarwo menegaskan, pencapaian ini menjadi capaian penting dalam menjaga cadangan pangan nasional tetap aman dan kuat. Hal ini juga perlu diimbangi dengan manajemen stok yang dinamis agar kualitas tetap terjaga.
âKami pastikan setiap kebijakan penyaluran CBP selalu berorientasi pada kualitas dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Prinsipnya, stok beras kita harus kuat, aman dan cukup. Begitu juga perputarannya harus dijaga,â ujar Sarwo.
- Bulog
- Cadangan Beras Pemerintah (CBP)
- Badan Pangan Nasional (Bapanas)
- DPR RI
- Titiek Soeharto
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Dorong Swasembada Pangan Berkelanjutan, Bulog Gandeng Perguruan Tinggi
-
Bulog Tanjungpinang Gelontorkan 1 Ton Beras SPHP dan 1.800 Liter MinyaKita di Pasar Murah
-
Stok Beras Dipastikan Aman! Mentan Klaim CBP 4,6 Juta Ton Cukup Antisipasi Krisis Global dan Kekeringan
-
Kementan Gandeng Pemda Magetan Perkuat Serapan Telur Peternak Rakyat
-
Legislator: Konsistensi Digitalisasi Kunci Penyaluran Subsidi BBM Tepat Sasaran, Tidak Perlu Satgas Baru
-
Stok Cadangan Beras Bulog Capai 4,4 Juta Ton
-
Belanja Bijak, Jangan Panik! Bulog Jamin Minyakita Stabil, Nggak Langka
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.