Frankfurt vs Dortmund: Adu Gengsi di Piala Jerman di Tengah Laju Tak Stabil Kedua Tim

Selasa, 28 Okt 2025, 07:08 WIB

FRANKFURT, JERMAN - Laga sekelas final akan tersaji lebih awal di Deutsche Bank Park, Rabu (29/10) dini hari WIB, ketika Eintracht Frankfurt menjamu Borussia Dortmund pada babak kedua DFB-Pokal (Piala Jerman) 2024-25. Dua tim dengan ambisi besar ini datang dengan tujuan berbeda: Frankfurt mencari konsistensi setelah musim yang tersendat, sementara Dortmund berusaha menjaga momentum kemenangan.

Frankfurt melaju ke babak ini setelah menghancurkan Engers 5-0 pada putaran pertama, 17 Agustus lalu. Sementara itu, Dortmund harus bekerja keras sebelum menang tipis 1-0 atas Rot-Weiss Essen sehari kemudian.

Ket. Foto: Ilustrasi pertandingan Eintracht Frankfurt kontra Borussia Dortmund. — Sumber: AFP

Kemenangan 2-0 atas St. Pauli di Bundesliga akhir pekan lalu menjadi oase bagi Frankfurt yang sebelumnya tampil buruk, sekaligus mencatat clean sheet pertama dalam 11 laga. Padahal, dalam enam pertandingan sebelumnya, tim asuhan Dino Toppmöller sudah kebobolan 22 gol. Namun, ada sisi positif: Frankfurt kini mampu mencetak minimal dua gol dalam lima dari delapan laga terakhir di semua ajang.

Dengan 13 poin dari 9 pertandingan, Die Adler menempati posisi keenam klasemen Bundesliga,hanya empat poin di belakang Dortmund yang duduk di peringkat keempat, namun tertinggal jauh, 11 poin dari pemuncak klasemen Bayern Munich.

Frankfurt punya sejarah cukup baik di DFB-Pokal dalam beberapa tahun terakhir. Mereka mencapai final 2022/23 (kalah 0-2 dari RB Leipzig) dan menembus babak 16 besar pada dua edisi berikutnya. Namun performa mereka musim ini masih naik turun; kemenangan atas St. Pauli adalah yang pertama dalam lima laga terakhir setelah tiga kali kalah beruntun, sekaligus mengakhiri puasa kemenangan kandang di empat laga.

Dari kubu tamu, ambisi Borussia Dortmund untuk menyaingi Bayern dalam perebutan gelar tampak memudar setelah kekalahan 1-2 di Der Klassiker pada 18 Oktober. Namun pelatih Niko Kovač berhasil menstabilkan timnya dengan dua kemenangan beruntun: 1-0 atas FC Köln di Bundesliga dan 4-2 atas FC Copenhagen di Liga Champions.

Dalam tujuh pertandingan terakhir di semua kompetisi, Die Schwarzgelben mencatat lima kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Mereka lebih solid dalam bertahan,hanya kebobolan enam gol di liga, jauh lebih sedikit dibanding Frankfurt (18), meski produktivitas serangan Dortmund (14 gol) masih di bawah lawan mereka yang sudah mencetak 21 gol.

Meski begitu, Dortmund punya kenangan buruk di ajang ini musim lalu, ketika tersingkir di babak kedua dan gagal melampaui fase yang sama. Terakhir kali mereka menjuarai DFB-Pokal adalah pada 2020-21, trofi kelima mereka di kompetisi tersebut.

“Kami tahu Frankfurt tim yang agresif dan kuat di kandang, tapi kami datang dengan keyakinan penuh setelah dua kemenangan penting,” ujar Kovač dalam konferensi pers pra-laga.

Dortmund memiliki catatan cukup baik melawan Frankfurt, memenangkan enam dari tujuh pertemuan terakhir, dan hanya sekali kalah,yakni 0-2 di Deutsche Bank Park pada Januari lalu. Dalam tujuh laga tandang musim ini, Dortmund juga baru sekali kalah (melawan Bayern), dan meraih empat kemenangan di laga lainnya.

Frankfurt diperkirakan akan menurunkan kekuatan terbaiknya. Penyerang Jonathan Burkardt akan memimpin lini depan, didukung oleh kreativitas Hugo Larsson yang kemungkinan tampil sejak awal setelah hanya menjadi pemain pengganti akhir pekan lalu.

Perdebatan soal posisi kiper utama antara Michael Zetterer dan Kaua Santos tampaknya berakhir sementara,Zetterer diprediksi tetap dipercaya setelah mencatat clean sheet kontra St. Pauli.

Di kubu Dortmund, bek tengah Niklas Süle yang tidak dimainkan melawan Köln kemungkinan kembali ke starting XI dalam formasi tiga bek. Gelandang Marcel Sabitzer juga berpeluang menggantikan Pascal Groß untuk berduet dengan Felix Nmecha di lini tengah, sementara Julian Brandt akan berperan mendukung striker tajam Serhou Guirassy di lini depan.

Selain tiket ke babak 16 besar, laga ini juga menjadi tolok ukur penting bagi kedua pelatih. Bagi Toppmöller, kemenangan akan memperkuat posisinya di tengah tekanan hasil inkonsisten. Bagi Kovač, kemenangan tandang di Frankfurt akan menjadi sinyal bahwa Dortmund kembali serius memburu trofi domestik yang sudah empat tahun tak mereka raih.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.