Wamenekraf: Perlu Ruang bagi Pegiat Kreatif untuk Perluas Usaha
Senin, 27 Okt 2025, 18:02 WIBJAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar menyebut Pasar Malem Narasi di Hutan Kota GBK diperlukan untuk menjadi ruang bagi para pegiat ekraf memperluas peluang usaha mereka.
"Pasar Malem Narasi berhasil menyediakan ruang bagi para pegiat ekraf untuk semakin mengenalkan kekuatan ekonomi kreatif lokal kita kepada publik,â kata Irene dalam keterangan pers yang diterima, Senin (27/10).
Acara ini juga bertepatan dengan bulan perayaan Hari Ekraf Nasional melalui kampanye OktoBerkreasi mendukung acara-acara kreatif di seluruh Indonesia agar menjadi wadah kolaborasi, ekspresi, dan pertumbuhan pegiat ekonomi kreatif di berbagai subsektor
Wamen Ekraf Irene menambahkan bahwa penyelenggaraan Pasar Malem Narasi mencerminkan semangat kolaboratif yang menjadi kunci pengembangan ekonomi kreatif nasional, yang terus mendorong potensi besar karya lokal untuk tumbuh dan berkontribusi pada perekonomian nasional.
Menurutnya, acara ini tak hanya menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga wadah pemberdayaan bagi pelaku kreatif lintas subsektor untuk memperkenalkan karya, memperluas jaringan, dan meningkatkan peluang usaha.
âKementerian Ekraf fokus mengembangkan 17 subsektor, dan di acara ini para pegiat ekraf dari subsektor fesyen, kuliner, desain, dan musik mendapat panggung untuk menunjukkan kapasitas mereka sekaligus memperluas jejaring kolaborasi dengan pegiat kreatif lainnya," ujar Wamen Ekraf Irene.
Acara Pasar Malem Narasi yang diselenggarakan oleh perusahaan media digital Narasi mengusung tema âHiburan Asli Tjap Indonesiaâ dan berlangsung pada 25â26 Oktober 2025.
Acara ini menghadirkan wahana, panggung musik, serta bazar kuliner dan produk kreatif lokal, yang menjadi ruang bagi pegiat industri kreatif untuk berinteraksi lebih dekat dengan masyarakat.
Acara Pasar Malem Narasi menghadirkan berbagai jenama lokal fesyen dan kuliner seperti Papinka, Pallubasa Serigala, Ayam Keprabon, Kopi Sagaleh, Mad Bagel, dan lainnya. Selain itu, subsektor musik turut menjadi sorotan dengan kehadiran band Wali di hari pertama dan Mollucan Soul untuk memeriahkan puncak acara.
Nuansa nostalgia pasar malam semakin lengkap dengan hadirnya wahana seperti bianglala, kora-kora, dan rumah hantu yang menjadi daya tarik bagi pengunjung dari berbagai daerah.
Wamen Ekraf Irene menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan komunitas dalam menciptakan ekosistem yang berkelanjutan bagi pegiat ekonomi kreatif.
Menurutnya, inisiatif seperti Pasar Malem Narasi menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat menggerakkan rantai nilai kreatif, menciptakan lapangan kerja baru, dan memperkuat posisi Indonesia sebagai the new engine of growth.
âDengan potensi besar yang kita miliki, baik dari sisi talenta, ide, maupun kekayaan budaya, ekonomi kreatif adalah masa depan perekonomian Indonesia. Pemerintah akan terus hadir membuka ruang kolaborasi agar semakin banyak pelaku kreatif yang tumbuh, berkembang, dan menjadikan ekonomi kreatif sebagai motor penggerak utama pertumbuhan nasional yang berdaya saing global,â tutup Wamen Ekraf Irene. Ant
- Ekonomi Kreatif
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Bukittinggi Siap Hadapi Lonjakan Wisatawan, Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan
-
Hari Film Nasional: JYFF 2026 Perkuat Peran Generasi Muda dalam Industri Kreatif Jakarta
-
Strategi Pemprov DKI Jakarta Aktivasi Taman Ismail Marzuki sebagai Pusat Ekonomi Kreatif
-
Produk Fesyen Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp17 Miliar di Jepang
-
Pilihan Favorit Liburan Keluarga, 40 Ribu Orang Kunjungi Kebun Binatang Surabaya
-
Sebanyak 79% Pemudik Telah Kembali dari Sumatera
-
Russia-Turki Menawarkan Diri sebagai Penengah, Iran Tetap Bersikeras Tolak Dialog
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.