Bupati Jember Ajak Petani Kawal Penurunan Harga Pupuk Agar Tepat Sasaran

Senin, 27 Okt 2025, 16:25 WIB

Jember, Jawa Timur - Bupati Jember Muhammad Fawait meminta para petani untuk mengawal penurunan harga pupuk bersubsidi di lapangan karena pemerintah sudah menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen.

"Presiden Prabowo Subianto sudah menurunkan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen. Bantu kami pemerintah daerah untuk mengawasi kebijakan itu di lapangan," kata Fawait saat bertemu kelompok tani dalam Program Bunga Desaku di Kecamatan Panti, Senin (27/10).

Ket. Foto: Bupati Jember Muhammad Fawait saat berdialog dengan kelompok tani dalam rangkaian acara Program Bunga Desaku di Kecamatan Panti, Senin (27/10). — Sumber: Antara

Menurutnya petani bisa melaporkan ke kanal "Wadul Gus'e", apabila di lapangan ditemukan harga pupuk bersubsidi tidak turun, sehingga pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut.

"Jika ditemukan pelanggaran dalam distribusi pupuk, maka laporan dari Wadul Gus'e akan kami teruskan kepada aparat penegak hukum dan organisasi perangkat daerah (OPD) yang berkompeten agar ditindaklanjuti," tuturnya.

Pemkab Jember, lanjut dia, juga akan menggandeng PT Pupuk Indonesia dalam setiap program Bunga Desaku untuk pemeriksaan kualitas tanah dan analisa kebutuhan pupuk, sehingga mendapatkan rekomendasi yang tepat untuk meningkatkan produksi panen.

"Kabupaten Jember adalah lumbung pangan, sehingga kami berharap produktivitas pertanian bisa terus meningkat dan petani bisa sejahtera," ujarnya.

Pemerintah resmi menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen, berlaku mulai Rabu (22/10) yang tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian (Mentan) No. 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Pertanian Nomor 800/ KPTS./SR.310/M/09/2025 tentang Jenis, Harga Eceran Tertinggi, dan Alokasi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian tahun anggaran 2025.

Berdasarkan SK Mentan tersebut diketahui pupuk Urea harga sebelumnya sebesar Rp2.250 per kilogram kini turun menjadi Rp1.800 per kilogram. Dengan demikian, harga per sak ukuran 50 kilogram yang semula Rp112.500 kini menjadi Rp90.000.

Sementara itu, pupuk NPK yang sebelumnya dijual seharga Rp2.300 per kilogram kini ditetapkan sebesar Rp1.840 per kilogram. Harga per sak 50 kilogram pun turun dari Rp115.000 menjadi Rp92.000. Penurunan ini berlaku secara nasional dan langsung efektif.

Sedangkan, NPK Kakao menjadi Rp2.640 per kilogram atau Rp132.000 per sak (50 kg). ZA menjadi Rp1.360 per kilogram atau Rp68.000 per sak (50 kg). Pupuk organik menjadi Rp640 per kilogram atau Rp25.600 per sak (40 kg).

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.