Status Gunung Lewotobi Laki-laki Turun dari Level Awas ke Siaga

Minggu, 26 Okt 2025, 15:45 WIB

Labuan Bajo -- Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menurunkan status Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Level IV (Awas) ke Level III (Siaga).

"Berdasarkan analisis visual dan instrumental, aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki terjadi penurunan secara bertahap. Oleh karena itu, tingkat aktivitasnya diturunkan dari Level IV (Awas) menjadi Level III (Siaga) pada 25 Oktober 2025, pukul 16.00 WITA," kata Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid dalam keterangan yang diterima di Labuan Bajo, Minggu.

Ket. Foto: Gunung Lewotobi Laki-laki terpantau dari Pos Pengamatan Gunung Api Gunung Lewotobi Laki-laki Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). — Sumber: ANTARA/Gecio Viana

Wafid menyampaikan hal tersebut dalam laporan khusus penurunan tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki, NTT Level IV (Awas) ke Level III (Siaga) Tanggal 25 Oktober 2025 pukul 16.00 WITA.

Wafid menambahkan berdasarkan aktivitas kegempaan periode 20-24 Oktober 2025, tercatat sebanyak empat kali gempa guguran, enam kali gempa hembusan, dua kali gempa harmonik, 98 kali gempa tremor non-harmonik, 12 kali gempa low frekuensi, 39 kali gempa vulkanik dalam, satu kali gempa tektonik lokal, dan 35 kali gempa tektonik jauh. Erupsi terakhir terjadi pada 18 Oktober 2025 pukul 00.44 WITA.

Lebih lanjut, ia mengatakan dalam satu minggu terakhir jumlah gempa guguran dan hembusan menurun seiring dengan berkurangnya gempa vulkanik dalam. Kondisi ini mengindikasikan bahwa aktivitas vulkanik sedang mengalami penurunan secara bertahap, sehingga suplai magma dari kedalaman ke permukaan juga berkurang.

"Hal ini menunjukkan adanya proses menuju kestabilan dalam jangka pendek atau kemungkinan adanya hambatan di saluran magma (conduit) yang menghalangi pergerakan material ke permukaan," katanya.

Sementara itu, lanjut dia, gempa tremor non-harmonik masih terekam dengan jumlah yang fluktuatif, menandakan aktivitas di kedalaman dangkal masih berlangsung dan erupsi dengan skala yang lebih kecil masih mungkin terjadi.

Secara visual dan berdasarkan data kegempaan, aktivitas Lewotobi Laki-laki mulai menunjukkan tren penurunan, meskipun tingkat aktivitasnya masih tergolong tinggi.

Data deformasi dari tiltmeter menunjukkan pola yang relatif stabil dan belum memperlihatkan tanda-tanda inflasi yang signifikan di permukaan.

Sementara itu, data dari Global Navigation Satellite System (GNSS) masih menunjukkan fluktuasi pada komponen vertikal selama satu minggu terakhir, namun dalam tiga hari terakhir terpantau mengalami penurunan.

"Kondisi ini mengindikasikan bahwa pergerakan magma dari kedalaman dalam ke arah dangkal masih berlangsung, meskipun dengan intensitas yang mulai berkurang," ungkapnya.

Ia mengimbau masyarakat dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius enam km dari pusat erupsi, serta tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah.

"Masyarakat juga diminta untuk tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya," katanya.

Selain itu, masyarakat di sekitar wilayah rawan bencana agar mewaspadai potensi banjir lahar apabila terjadi hujan lebat, terutama pada daerah aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki, seperti di Nawakote, Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

Berita Terbaru

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.