- Home
-
- Luar Negeri
-
- Lawan Kontrol Tanah Jarang...
Lawan Kontrol Tanah Jarang Tiongkok, AS dan Jepang Perkuat Aliansi Mineral Kritis
Minggu, 26 Okt 2025, 19:48 WIBTOKYO, JEPANG - Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Presiden AS Donald Trump berencana menegaskan kembali kerja sama dalam pengamanan mineral strategis, termasuk tanah jarang, pada pertemuan puncak langsung pertama mereka di Tokyo, menurut sejumlah sumber diplomatik, Minggu (26/10).
Langkah ini menyusul pengetatan kontrol ekspor tanah jarang oleh Tiongkok, yang semakin memperburuk ketegangan dalam hubungan BeijingâWashington. Tokyo dan Washington berupaya menyelaraskan kebijakan keamanan ekonomi mereka untuk memastikan pasokan mineral penting yang stabil dan vital bagi industri teknologi tinggi.
Pada pertemuan puncak pada Selasa, Takaichi dan Trump juga dijadwalkan menandatangani dokumen terkait kebijakan tarif AS, sekaligus menyepakati penguatan kerja sama dalam memblokir aliran prekursor yang digunakan untuk produksi opioid sintetis fentanil, menurut sumber tersebut.
Trump dijadwalkan tiba di Jepang pada Senin untuk kunjungan pertamanya sejak menghadiri KTT G20 di Osaka pada 2019.
Setelah Tiongkok mengumumkan pengetatan regulasi ekspor tanah jarang pada 9 Oktober, Trump mengancam akan mengenakan tarif tambahan hingga 100 persen terhadap barang-barang asal Tiongkok. Ia juga kemungkinan akan bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping di Korea Selatan, yang akan dikunjunginya setelah Jepang.
Kedua pemimpin diperkirakan akan menekankan pentingnya membangun rantai pasokan yang tangguh bagi mineral kritis, serta membahas opsi kerja sama multilateral dengan negara-negara seperti Australia dan India untuk menyeimbangkan pengaruh Tiongkok.
Takaichi juga akan menjelaskan kepada Trump komitmen pemerintah Jepang untuk menindaklanjuti memorandum yang mencakup rencana investasi senilai 550 miliar dollar AS (sekitar 9.160 triliun rupiah) di Amerika Serikat, sebagai imbalan atas pengurangan tarif terhadap produk-produk Jepang.
Kedua pemimpin akan menandatangani dokumen berdasarkan perintah presiden dan memorandum yang diterbitkan pada September, yang menegaskan pemeliharaan kebijakan tarif serta implementasi stabil dari rencana investasi Jepang, menurut sumber tersebut.
Prekursor narkotika untuk fentanil diyakini berasal dari Tiongkok dan masuk ke AS melalui Meksiko dan Kanada. Dengan sejumlah perusahaan Tiongkok diduga melakukan ekspor ilegal melalui Jepang, Takaichi dan Trump akan menyepakati pertukaran informasi terkait bahan baku narkotika tersebut.
Takaichi, seorang konservatif garis tegas yang memimpin Partai Demokrat Liberal yang berkuasa, terpilih di parlemen sebagai perdana menteri perempuan pertama Jepang pada Selasa lalu. Ant/sumber: Kyodo
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Kristen Bell Bakal Jadi Host Ajang Penghargaan Actor Awards Ketiga Kalinya
-
Tim SAR Evakuasi Nelayan Terdampar di Perairan Manokwari–Oransbari
-
RI dan Malaysia Sepakat Dorong Riset Pangan, Energi Hijau hingga AI
-
Menekraf: Pers Fondasi Strategis dan Mitra Dalam Penguatan Kedaulatan Ekosistem Ekraf
-
Indonesia–Korea Selatan Teken MoU Energi Bersih, Fokus Surya, Nuklir hingga Hidrogen
-
Zulhas Dorong Percepatan Teknologi Sampah untuk Tangani Kondisi Darurat Nasional
-
Siraman Rohani Cara Menghargai Agama dan Menghormati Perbedaan di Masjid IKN
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.