Sulit Mencari Pengganti Dalang Ki Anom Suroto

Kamis, 23 Okt 2025, 18:15 WIB

JAKARTA – Indonesia kehilangan budayawan dan dalang kondang, Ki Anom Suroto. Rasanya perlu waktu untuk menemukan dalang sekelas Anom. Ketua Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (SENAWANGI) Sumari Sosro Adi Wiguno mengatakan bahwa sosok almarhum Ki Anom Suroto merupakan dalang yang menjadi rujukan dan panutan bagi dalang muda. "Beliau mempunyai kelebihan yang menjadi rujukan dan panutan terutama bagi para dalang muda maupun yang mau belajar mendalang," ujar Sumari yang juga Pamong Budaya Ahli Madya Kementerian Kebudayaan Jakarta, Kamis.

Ia juga mengenang sosok mendiang Ki Anom yang mempunyai ciri khas suaranya yang merdu (kung) dalam sulukan atau tetembangan. Selain itu, nilai-nilai yang dapat dianut dari Ki Anom Suroto adalah sosoknya selalu mengajarkan bahwa "dalang kuwi kudu golek jeneng sik lagi jenang" artinya untuk mencapai popularitas atau ketenaran dan kesuksesan mulai perjuangan dulu kerja keras dulu untuk bisa dikenal masyarakat jangan langsung pasang tarif yang tinggi.

Ket. Foto: anom suroto — Sumber: ant

"Nanti kalau sudah mulai dikenal maka rezeki akan datang sendiri dengan seizin Tuhan Yang Maha Esa," tambah dia. Lebih dari itu, maestro dalang dengan nama lengkap Kanjeng Raden Tumenggung Haryo Lebdo Nagoro itu juga kerap menyerukan pada sosok-sosok seniman dalang muda agar tidak malas belajar.

"Maksudnya untuk menjadi dalang jangan fanatik hanya kepada dalang tertentu namun harus mau menimba ilmu dari dalang siapa pun baik tua maupun muda bahkan dari gaya pedalangan lain karena masing-masing punya kelebihan," tegasnya.

Sumari menambahkan bahwa almarhum Ki Anom Suroto akan dimakamkan hari ini pukul 15.00 WIB, dan diberangkatkan dari Rumah Duka Kebon Seni Timasan Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo menuju Makam Depokan, Juwiring Klaten, Jawa Tengah. Sebelumnya, maestro dalang Ki Anom Suroto dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (23/10) pagi setelah menjalani perawatan di rumah sakit dr. Oen Kandang Sapi, Solo.

Ruang Edukasi

Sementara itu, Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas menilai bahwa suatu pagelaran wayang bukan hanya hiburan rakyat, tetapi juga ruang edukasi moral dan kebangsaan, karena memiliki filosofi mendalam tentang perjuangan, kebijaksanaan, dan persatuan. Dia menyampaikan hal itu terkait adanya Pagelaran Wayang Semalam Suntuk di Monumen Jenderal Sudirman, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Wayang, kata dia, mengajarkan tentang budi pekerti dan kejujuran.

"Di balik kisah Pandawa dan Kurawa, tersimpan nilai bahwa kebenaran, kebersamaan dan kesetiaan pada rakyat adalah inti dari kepemimpinan yang sejati,” kata Ibas dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Selasa. Menurut dia, pagelaran Wayang menjadi wadah untuk memperkuat nilai-nilai persaudaraan, kebersamaan, dan semangat perjuangan di tengah masyarakat Pacitan.

Dia pun mengajak masyarakat untuk terus memelihara semangat persatuan dan gotong royong sebagaimana diwariskan para pahlawan. Di sisi lain, dia juga menyampaikan bahwa pembangunan bukan hanya soal infrastruktur saja, tetapi juga tentang membangun manusia dan menjaga harmoni antara kemajuan ekonomi, sosial, dan budaya.

Dia pun mengingatkan bahwa pembangunan harus dilaksanakan secara merata. Dia pun memastikan akan mengawal kebijakan yang berpihak pada rakyat, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. "Pembangunan memerlukan waktu, konsistensi, dan semangat kebersamaan,” katanya. Adapun pagelaran wayang ini didalangi oleh Ki Purbo Asmoro dengan lakon “Amarta Binangun”, serta dimeriahkan oleh Gareng Pacitan dan para sinden Ramakuntary, Sukmalina, dan Putri Adinada.

  • Ki Anom Suroto

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.