Atasi Hujan Mikro Plastik Perlu Kerja Sama Lintas Sektoral

Senin, 20 Okt 2025, 01:10 WIB

JAKARTA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta menaruh perhatian serius terhadap hasil penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menemukan kandungan mikroplastik dalam air hujan di wilayah Ibu Kota. Temuan tersebut menjadi pengingat penting bahwa tantangan polusi plastik kini telah menjangkau atmosfer dan memerlukan upaya bersama lintas sektor.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan pihaknya tengah memperkuat program pengendalian sampah plastik dari hulu hingga hilir, termasuk pemantauan kualitas udara dan air hujan secara terpadu.

Ket. Foto: Pengendara sepeda motor menggunakan payung saat hujan di kawasan Senopati, Jakarta. — Sumber: ANTARA/Sulthony Hasanuddin

“Kami memandang temuan BRIN ini sebagai alarm lingkungan yang perlu direspons cepat dan kolaboratif. Polusi plastik kini bukan hanya urusan laut atau sungai, tetapi sudah sampai di langit Jakarta,” ujarnya di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut Asep, Pemprov selama ini telah menjalankan sejumlah kebijakan untuk menekan timbulan sampah plastik sekali pakai. Di antaranya melalui Peraturan Gubernur Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan. Juga perluasan program Jakstrada Persampahan yang menargetkan 30 persen pengurangan sampah dari sumbernya.

Selain itu, juga terus memperluas bank sampah, TPS 3R, dan inisiatif daur ulang berbasis komunitas. Harapannya, agar limbah plastik tidak lagi berakhir di lingkungan terbuka. “Upaya pengurangan plastik harus dilakukan dari sumbernya. Ini mulai dari rumah tangga, industri, hingga sektor jasa. Setiap orang punya peran,” tambahnya.

DLH saat ini tengah berkoordinasi dengan BRIN untuk memperluas pemantauan mikroplastik dalam udara dan air hujan. Ini menjadi bagian dari sistem Jakarta Environmental Data Integration (JEDI), platform pemantauan kualitas lingkungan berbasis data. Hasil pengukuran diharapkan dapat menjadi dasar kebijakan yang lebih kuat dalam pengendalian polusi plastik di udara.

Lebih lanjut disebutkan, Pemprov akan memperkuat kampanye publik bertajuk “Jakarta Tanpa Plastik di Langit dan Bumi.” Tujuannya, guna mengajak masyarakat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah, dan tidak membakar limbah sembarangan. “Langit Jakarta sedang mengingatkan kita untuk lebih bijak mengelola bumi. Perubahan perilaku adalah kunci,” ujar Asep.

Pemprov selanjutnya mengajak dunia usaha, lembaga riset, dan komunitas lingkungan untuk bersama memperkuat aksi nyata pengurangan plastik dan inovasi daur ulang. “Kami terbuka untuk kolaborasi riset, teknologi filtrasi, hingga pengembangan produk ramah lingkungan. Upaya menjaga langit bersih dari mikroplastik adalah tanggung jawab bersama,” tutur Asep.

Sementara itu, Koordinator Staf Khusus Gubernur Jakarta, Firdaus Ali, menegaskan, Pemprov sangat responsif terhadap berbagai hasil riset yang menyoroti kualitas lingkungan, termasuk air, udara, dan tanah.

Ia menambahkan, Pemprov tidak sedang “bermusuhan” dengan plastik. “Kita tidak antiplastik, karena plastik sudah menjadi bagian dari peradaban modern. Yang kita tolak adalah plastik yang mencemari lingkungan,” tutur Firdaus.

  • hujan Mikroplastik

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.