Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Film 'Pengin Hijrah' Jadi Jembatan Diplomasi Wisata Belitung-Uzbekistan

📅 Sabtu, 18 Okt 2025, 10:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
Film 'Pengin Hijrah' Jadi Jembatan Diplomasi Wisata Belitung-Uzbekistan Doc: Youtube/Cinema 21
Ket. Cuplikan adegan dalam film "pengin Hijrah"

JAKARTA - Film drama religi “Pengin Hijrah” yang akan tayang serentak di bioskop pada 30 Oktober 2025, menjadi akselerator dalam menjembatani potensi kerja sama pariwisata antara Kabupaten Belitung, Indonesia, dan wilayah Uzbekistan, khususnya Bukhara.

"Produksi film ini secara unik menyandingkan keindahan pantai Belitung sebagai latar belakang tokoh utama wanita, Alina, dengan situs-situs bersejarah Islam di Uzbekistan, tempat tokoh utama pria, Omar, berasal," kata produser Rendy Gunawan asal Belitung saat ditemui di gala perdana film "Pengin Hijrah" di Jakarta, Jumat.

Keterkaitan ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Belitung yang sejak 2023 telah menjajaki kerja sama dengan Uzbekistan di bidang pariwisata dan ekonomi.

Bupati Belitung kala itu menyoroti kesamaan latar belakang wilayahnya sebagai UNESCO Global Geopark dengan status situs warisan dunia UNESCO di Bukhara.

Film itu secara visual menyandingkan kedua lokasi tersebut, memperkuat gagasan kolaborasi pariwisata halal.

Dukungan dari Uzbekistan terlihat dengan hadirnya aktor lokal, termasuk Temur Mirzaev sebagai Ayah Omar, yang juga menjabat sebagai Advisor bagi Menteri Pariwisata Uzbekistan.

Kehadiran figur berpengaruh ini menegaskan sinergi antara dunia perfilman dengan strategi promosi wisata ziarah di Asia Tengah.

Rendy berharap, dengan mengambil lokasi syuting di dua negara, termasuk di tengah dinginnya musim salju Uzbekistan, film yang dibintangi Steffi Zamora, Endy Arfian, dan Nadzira Shafa ini dapat memberikan pengalaman visual sekaligus menginspirasi penonton, sambil secara tidak langsung mempromosikan Belitung sebagai gerbang pariwisata Indonesia ke Uzbekistan dan sebaliknya.

Film yang juga melibatkan aktris Uzbekistan Adolat Kimsanova ini dipandang sebagai langkah "people-to-people connection" yang efektif, membuka jalan bagi terwujudnya kerja sama jangka panjang, termasuk potensi inisiatif "sister city" antara Belitung dengan salah satu kota di Uzbekistan di masa depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.