- Home
-
- Megapolitan
-
- Pembuatan Speed Table di F...
Pembuatan Speed Table di Fatmawati, Inovasi Keselamatan atau Potensi Masalah Baru?
Jumat, 17 Okt 2025, 15:30 WIBJAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga tengah gencar membangun speed table di sejumlah titik di Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan. Program ini diklaim sebagai bagian dari upaya menciptakan lalu lintas yang lebih aman, khususnya bagi pejalan kaki di kawasan padat kendaraan.
Sejumlah titik pembangunan mencakup ruas belokan Jalan Fatmawati Raya menuju Jalan RA Kartini, arah TB Simatupang, hingga simpang menuju Rumah Sakit Fatmawati. Pekerjaan fisik dimulai sejak awal Oktober 2025 dan ditargetkan rampung pada pertengahan bulan ini.
Pihak Bina Marga menyebut pembangunan speed table dilakukan setelah melalui proses survei bersama kepolisian dan dinas perhubungan. Tujuan utamanya adalah memperlambat laju kendaraan di kawasan dengan tingkat kepadatan tinggi dan aktivitas penyeberangan yang ramai.
âPembuatan speed table ini bagian dari traffic calming, agar kendaraan tidak melaju terlalu cepat dan pejalan kaki lebih aman saat menyeberang,â ujar Kepala Seksi Jalan dan Jembatan Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan, sebagaimana dikutip dari laman resmi Pemprov DKI.
Dari sisi fungsionalitas, speed table memiliki keunggulan dibandingkan speed bump konvensional karena bentuknya lebih lebar dan sejajar dengan trotoar. Hal itu memungkinkan pejalan kaki menggunakan bagian atasnya sebagai tempat menyeberang, sekaligus membantu pengendara menurunkan kecepatan tanpa hentakan mendadak.
Namun, keberadaan proyek ini tak lepas dari kritik masyarakat dan pengguna jalan. Sejumlah warga mengaku terganggu oleh kemacetan yang muncul selama proses pembangunan berlangsung, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari di sekitar kawasan Cilandak.
âKalau tujuannya untuk keselamatan bagus, tapi pengerjaannya bikin macet parah. Jalan Fatmawati itu sudah sempit, ditambah proyek begini jadi tambah padat,â keluh seorang pengendara ojek daring saat ditemui di lokasi.
Selain masalah kemacetan, beberapa kalangan menilai pembangunan speed table perlu diikuti dengan pengawasan terhadap disiplin pengendara. Banyak pengemudi kendaraan bermotor yang tetap melaju kencang meski sudah ada rambu peringatan, membuat fungsi speed table tidak berjalan maksimal.
Di sisi lain, pejalan kaki dan warga sekitar umumnya menyambut baik inisiatif tersebut karena meningkatkan kenyamanan saat menyeberang jalan. Apalagi, Jalan Fatmawati dikenal sebagai jalur dengan volume kendaraan tinggi dan banyak akses keluar-masuk menuju area komersial maupun stasiun MRT.
âSekarang lebih tenang kalau mau menyeberang. Dulu mobil sering ngebut, apalagi malam hari,â kata Siti, warga sekitar yang kerap melintas di kawasan itu.
Meski demikian, sejumlah pengamat menyarankan agar Pemprov DKI juga mempertimbangkan integrasi speed table dengan sistem penyeberangan cerdas, seperti tombol penyeberangan otomatis atau sinyal lampu lalu lintas yang adaptif terhadap pejalan kaki. Langkah ini dinilai mampu menjaga keseimbangan antara keamanan dan kelancaran arus kendaraan.
Pembangunan speed table di Fatmawati menjadi gambaran dilema klasik tata kelola transportasi di ibu kota. Di satu sisi, upaya menekan kecepatan kendaraan demi keselamatan publik patut diapresiasi. Namun di sisi lain, pengawasan pelaksanaan, penataan lalu lintas, dan sosialisasi kepada masyarakat harus berjalan seimbang agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Dengan demikian, proyek speed table di Fatmawati masih menunggu pembuktian efektivitasnya dalam menekan angka kecelakaan sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas. Waktu dan evaluasi kebijakan akan menjadi kunci apakah inovasi ini benar-benar memberi manfaat, atau justru menambah daftar pekerjaan rumah bagi transportasi Jakarta.
- kemacetan jakarta
- Jalur Pedestrian
- Speed Bump
- Macet TB Simatupang
- Speed Table
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Kementan: Mesin Pertanian Mulai Beralih ke Energi Terbarukan
-
Momen Lebaran, Ekonomi Wisata Bangka Belitung Ikut Tumbuh
-
Devisa Terkuras Demi Bayar Utang dan Intervensi Rupiah, Dompet Negara Mulai Tipis?
-
Sumut Luncurkan Aplikasi BRS SDGs, Sistem Pendaftaran Bisnis Digital Pertama di Indonesia
-
Upah buruh tani di Sembalun NTB
-
Babak Baru Timur Tengah: Gencatan Senjata AS-Iran Juga Berlaku di Lebanon
-
Truk Sampah di TPS Cipinang Mengular Imbas Longsor Bantargebang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.