Matematika Gembira, Inovasi Sawahlunto Ubah Cara Belajar Jadi Lebih Interaktif dan Kontekstual

Rabu, 15 Okt 2025, 18:49 WIB

Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, memperkuat transformasi pembelajaran di sekolah dengan memperkenalkan metode Matematika Gembira, sebuah pendekatan yang mengubah cara guru mengajar dari sekadar hafalan rumus menjadi pembelajaran kontekstual, interaktif, dan berorientasi pada pemikiran kritis.

Kegiatan yang diikuti 60 guru TK, SD, dan SMP itu difasilitasi Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Sumatera Barat bekerja sama dengan Yayasan Pengembangan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (YPMIPA) Bandung, menghadirkan konsultan pendidikan asal Belanda, Prof. Martin.

Ket. Foto: Para guru Sawahlunto peserta sosialisasi Matematika Gembira bersama pemateri dari YPMIPA Bandung dan konsultan dari Belanda. — Sumber: Antara Foto

“Metode Matematika Gembira merupakan bagian dari Gerakan Numerasi Nasional yang menekankan pembelajaran yang kontekstual, menyenangkan, dan mengasah kemampuan berpikir kritis. Bedanya dengan metode konvensional, pendekatan ini berpusat pada siswa dan pengalaman nyata, bukan hafalan rumus,” kata Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto, Irmayulis Yamin, di Sawahlunto, Rabu.

Dia menjelaskan, metode tersebut menggabungkan unsur permainan logika, eksplorasi visual, serta penerapan numerasi dalam kegiatan harian siswa. Dengan cara itu, guru didorong untuk membawa pelajaran matematika lebih dekat dengan kehidupan nyata agar siswa merasa belajar bukan sekadar tugas akademik, melainkan bagian dari keseharian.

"Guru-guru diajak keluar dari pola lama yang kaku. Mereka kini diajak berkreasi agar siswa memahami konsep dengan cara yang menyenangkan,” kata dia.

Sementara itu, Prof. Martin menilai pendekatan yang diterapkan di Sawahlunto ini menunjukkan komitmen kuat para guru terhadap inovasi pendidikan, sekaligus membuka ruang bagi adaptasi metode belajar global yang relevan dengan karakter siswa masa kini.

"Sawahlunto membuktikan bahwa inovasi pendidikan tidak harus dimulai dari kota besar. Di sini, semangat dan kemauan guru untuk berubah menjadi kekuatan utama,” katanya.

Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menyatakan dukungannya terhadap penerapan metode baru yang menggabungkan unsur STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.

"Anak-anak zaman sekarang lebih mudah memahami konsep melalui pendekatan visual dan interaktif. Karena itu, Pemko mendorong inovasi pembelajaran yang berbasis sains dan teknologi agar proses belajar lebih adaptif, responsif, dan relevan dengan perkembangan dunia,” kata dia.

Ia menambahkan, pembelajaran berbasis STEM dan metode joyful learning akan terus diperkuat agar menghasilkan generasi yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kreatif, inovatif, dan memiliki daya saing global.

"Pemkot akan terus membuka kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan mitra internasional agar sistem pembelajaran di sekolah semakin kuat, modern, dan berkelanjutan,” ujarnya menegaskan.

Dengan pelatihan ini, Sawahlunto memperkuat kapasitas guru dan meneguhkan langkah sebagai kota yang menumbuhkan kemajuan melalui pendidikan, budaya, dan inovasi yang selaras dengan visi Sawahlunto Maju.

Langkah yang dilakukan Sawahlunto ini selaras dengan prioritas nasional di bidang pendidikan, yakni membangun ekosistem belajar yang merdeka dan inklusif sebagaimana dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dalam visi Astacita, serta arah kebijakan Kemendikbudristek dalam memperkuat Gerakan Merdeka Belajar dan Gerakan Numerasi Nasional.

  • Matematika Gembira

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Tim Koran Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.