Hilirisasi Bauksit Dikebut, Pemerintah Janji Harga Aman, Benarkah Bisa Terkendali?
📅 Rabu, 15 Okt 2025, 17:50 WIB | Oleh: Tim Penulis“Sekarang kita masih banyak impor untuk produk turunan dari bauksit, seperti aluminium. Jadi antara kebutuhan dalam negeri dan kapasitas industri, kebutuhannya masih lebih besar. Jadi tidak ada masalah,” kata Bahlil.
Di sisi lain, pemerintah menargetkan investasi di sektor hilirisasi minerba tahun 2025 mencapai sekitar 7 miliar-8 miliar dolar AS. Adapun hingga Agustus 2025, realisasi investasi tercatat telah mencapai kisaran 3 miliar-4 miliar dolar AS.
“Realisasinya sampai Agustus sekitar 3 miliar sampai 4 miliar dolar AS. Ini bagian dari langkah pemerintah untuk terus mendorong hilirisasi bauksit,” ujarnya.
Sebelumnya, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) memproyeksikan permintaan untuk aluminium akan meningkat enam kali lipat dalam waktu 30 tahun ke depan, selaras dengan tren transisi energi.
Melati Sarnita, yang saat itu menjabat sebagai Direktur Pengembangan Bisnis Inalum, menyampaikan bahwa peningkatan permintaan tersebut berlangsung selaras dengan upaya transisi energi menuju energi baru dan energi terbarukan yang terjadi di tingkat global.
Dalam ekosistem kendaraan listrik, Inalum memainkan peran sebagai pendorong ekosistem dengan menyediakan bahan baku. Dengan demikian, Inalum tidak berkompetisi dengan industri nasional yang berperan untuk menjadi produsen battery pack.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!