Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hilirisasi Bauksit Dikebut, Pemerintah Janji Harga Aman, Benarkah Bisa Terkendali?

📅 Rabu, 15 Okt 2025, 17:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hilirisasi Bauksit Dikebut, Pemerintah Janji Harga Aman, Benarkah Bisa Terkendali? Doc: ANTARA FOTO/ Jessica Wuysang
Ket. Pekerja berjalan di lokasi proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase 1 PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

JAKARTA – Hilirisasi bauksit menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk memperkuat nilai tambah komoditas mineral dalam negeri.

Dengan mendorong pengolahan bauksit menjadi alumina hingga aluminium di dalam negeri, Indonesia tak hanya ingin mengurangi ekspor bahan mentah, tetapi juga membangun industri turunan yang berdaya saing global.

Langkah ini diyakini mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian, mulai dari peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, hingga tumbuhnya kawasan industri berbasis sumber daya alam.

Di sisi lain, hilirisasi juga menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan industri nasional agar tidak bergantung pada fluktuasi harga komoditas global.

Namun, tantangan tetap ada. Kesiapan infrastruktur, pasokan energi, dan kepastian regulasi menjadi faktor penting untuk memastikan proyek hilirisasi berjalan optimal.

Ke depan, keberhasilan hilirisasi bauksit akan sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan investor dalam menjaga konsistensi kebijakan serta memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan di tingkat domestik.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendorong hilirisasi bauksit, serta menjamin harga bauksit tidak akan jatuh meski smelter aluminium bertambah.

“Bauksit ini adalah salah satu komoditas yang akan kita dorong untuk hilirisasi dan sekarang kita sudah melarang ekspor bahan mentahnya,” ujar Bahlil ketika ditemui setelah membuka acara Mineral dan Batu bara (Minerba) Convex, di Jakarta, Rabu (15/10).

Berdasarkan data Kementerian ESDM, Indonesia menempati peringkat keempat cadangan bauksit terbesar di dunia, dengan volume mencapai 9,8 persen dari cadangan global.

Lebih lanjut, Indonesia menempati posisi keenam tertinggi di dunia terkait produksi bauksit, dengan porsi kapasitas produksi mencapai 2,6 persen dari produksi global.

Pemerintah telah menghentikan ekspor bahan mentah bauksit sejak 2023 untuk mempercepat tumbuhnya industri pengolahan di dalam negeri. Adapun turunan dari bauksit adalah aluminium.

“Total smelter aluminium yang sudah dibangun kapasitasnya itu 17,5 juta (ton) terhadap bahan-bahan bakunya,” ujar Bahlil.

Ia pun menjamin harga bauksit tetap terjaga dan tidak terjatuh meskipun smelter aluminium bertambah, sebagaimana yang terjadi kepada harga nikel sejak Indonesia gencar melakukan hilirisasi.

Jaminan tersebut dilandasi oleh tingginya kebutuhan dalam negeri terhadap aluminium.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Kapolda: Polisi Harus Peka ...
Megapolitan
Tobat Ekologis Perkuat Adiw...
Luar Negeri
Ekspor Tiongkok Melonjak, A...

Bisnis Besar Martha Tilaar Dimulai dari Garasi Kecil

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Bisnis Besar Martha Tilaar ...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.