Usai Sertijab, Mentan/Kabapanas Fokus Awasi Real Time Harga Pangan yang Disubsidi

Selasa, 14 Okt 2025, 13:12 WIB

JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan)/Kepala Bapanas (Kabapanas) Amran Sulaiman menginstruksikan ke jajarannya untuk fokus mengawasi harga pangan pokok strategis, terutama pangan yang terdapat subsidi pemerintah seperti beras.

"Rapat Perdana, selesai serah terima langsung rapat. Kami mencoba kenal semua tim mulai Sestama sampai ke bawah. Kemudian masalah-masalah apa yang harus ditindaklanjuti secepat-cepatnya. Satu adalah harga pangan strategis. Ini harus dipantau real time tiap hari," ungkap Amran dalam konferensi pers usai Rapat Pimpinan Bapanas, Senin (13/10).

Ket. Foto: Menteri Pertanian (Mentan)/Kepala Bapanas (Kabapanas) Amran Sulaiman — Sumber: istimewa

"Kami minta dipantau terus-menerus. Harus diawasi khususnya pangan yang di subsidi pemerintah, 150 triliun rupiah subsidi pemerintah. Itu kita wajib intervensi, karena kita harus jaga petani dengan HPP (Harga Pembelian Pemerintah) dan jaga konsumen dengan HET (Harga Eceran Tertinggi). Mutlak. Semua beras yang disubsidi pemerintah itu harus diintervensi dan diawasi," katanya lagi.

Adapun salah satu program intervensi perberasan yang pemerintah lakukan adalah melalui penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras melalui Perum Bulog. Realisasi penjualannya dari awal 2025 sampai 13 Oktober telah mencapai 463,5 ribu ton.

Sementara berdasarkan Panel Harga Pangan yang dapat dipantau secara real time, rerata harga beras medium terus mengalami penurunan dalam sebulan terakhir. Per 12 Oktober, rerata harga beras medium di Zona 1 berada di Rp 13.385 per kilogram (kg). Ini menurun 0,50 persen setelah sebulan sebelumnya berada di Rp 13.452 per kg. Zona 2 dan 3 pun demikian yang masing-masing turun 0,54 persen dan 4,87 persen.

Terbaru, program SPHP beras dilaporkan memperoleh respons yang positif dari masyarakat. Berdasarkan survei tatap muka yang digelar oleh Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kompas di Juli lalu, dengan melibatkan 1.200 respoden di 38 provinsi, sebanyak 77,2 persen menyatakan harga produk beras SPHP terbukti terjangkau dan 6,4 persen menyatakan sangat terjangkau. 

Dengan begitu, program SPHP beras dinilai membantu masyarakat untuk mendapatkan beras dengan harga terjangkau, sehingga mewujudkan affordability yang baik bagi masyarakat. Lebih lanjut, Mentan/Kabapanas Amran menyebutkan target yang diembannya adalah swasembada pangan secepat-cepatnya. Menurutnya, percepatan swasembada merupakan lompatan besar yang dapat diwujudkan secara kolaboratif.

"Kalau target, swasembada secepat-cepatnya, menguntungkan petani, konsumen tersenyum. Jadi harus kita stabilkan harga. Stabilisasi harga bahan-bahan pokok, khususnya yang disubsidi pemerintah. Itu harus distabilkan. Swasembada ini sudah kita bertahap. Insya Allah doakan mudah-mudahan tidak ada halangan, 2-3 bulan ke depan bisa," ungkapnya.

"Mimpi kita, target Bapak Presiden 4 tahun swasembada, itu kita capai dalam waktu 1 tahun. Dan itu adalah lompatan besar yang kita buat bersama. Bukan saja Kementerian Pertanian, tapi semua anak bangsa yang ikut berpartisipasi. TNI, Polri, Kejaksaan, Bulog, Badan Pangan, semuanya," ucap Amran.

Diketahui Amran Sulaiman ditunjuk Presiden Prabowo menjadi Kepala Bapanas menggantikan Arief Prasetyo Adi. Acara serah terima jabatan (sertijab) kepada Menteri Pertanian (Mentan)/Kepala Bapanas (Kabapanas) Amran Sulaiman digelar pada Senin (13/10) di Kantor Bapanas, Jakarta. 

Produksi Daerah Meningkat

Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menuturkan swasembada pangan pun telah dimulai dari daerah. Telah terjadi peningkatan jumlah daerah yang mampu menopang kebutuhan konsumsi masyarakatnya sendiri, terutama komoditas beras.

"Kata kuncinya adalah mimpi kita sekarang sudah alhamdulillah. Jadi kenyataan sebagian bagaimana pulau itu swasembada beras. Contohnya, Kalimantan yang dulunya mengambil beras dari Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, biaya ngangkutnya ditanggung oleh masyarakat. Sekarang ini kita swasembada dari 6 provinsi, kalau tidak salah, 4 sudah swasembada di pulau Kalimantan, sehingga inflasi, alhamdulillah posisi mungkin lima besar terbaik dunia," pungkasnya.

Adapun proyeksi produksi beras nasional dalam rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Januari sampai November dapat mencapai 33,19 juta ton atau meningkat 3,72 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Torehan angka 33,19 juta ton tersebut mulai mendekati proyeksi produksi beras 2025-2026 dari FAO yang berada di angka 35,6 juta ton.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.